Common Knowledge – Ricky Widjaya 14140182

COMMON KNOWLEDGE

Commons knowledge adalah pengetahuan umum, pengtahuan umum sangatlah diperlukan, dimana didalamnya terdapat informasi, pengalaman, sejarah atau segala sesuatu yang diperlukan untuk diketahui, pada era ini segala sesuatu sangatlah di permudah dengan keberadaan media baru dimana terdapat jaringan internet yang menghubungan antara satu dengan yang lain, inti utamanya adalah pada media baru ini menjadikan segala sesuatu yang sebelumnya sulit berubah menjadi kemudahan. Contohnya berbagi pengetahuan pada konsep commons knowledge dalam kajian media baru, dimana semua orang menjadikan media baru ini sebagai source atau sumber pemecahan masalah dan sumber pencarian informasi. Adanya kolaborasi pada media baru menjadikan pemecahan masalah, pencarian informasi lebih mudah. Pada kolaborasi terdapat crowd sourcing  dimana suatu kerumunan menjadi basis dalam sebuah sumber daya dan hal ini mempercepat dalam penanganan masalah yang biasanya dipergunakan dalam suatu perusahaan.

Kesimpulanya adalah commons knowledge adalah pengetahuan umum yang diciptakan oleh banyaknya kerumunan (Crowdsourcing), pengetahuan tersebut dapat terus diperbaharui dan siapa saja dapat mengaksesnya, mengapa demikian ? ini berkaitan dengan adanya alternative computing, dimana tujuannya menjadi basis alternatif, siapa saja dapat menjadi pelaku yang dapat mempermudah segala sesuatu dengan penggunaan media baru, (mencari informasi, berkomunikasi dan hiburan).

Karakteristik Common Knowledge pertama disebut sebagai “Ambisi Aleksandria”. Istilah berasal dari Library of Alexandria, Mesir (300 SM) yang merupakan koleksi terbesar dari naskah berbahasa Yunani dan tempat yang memuat semua pengetahuan yang tercatat dari peradaban kuno. Siapapun dapat berkontribusi untuk Wikipedia; Saat ini Wikipedia memiliki sekitar 12,4 juta kontributor terdaftar, meskipun tidak diketahui jumlah kontributor tidak secara resmi terdaftar. Pada pertengahan 2010 jumlah artikel mencapai lebih dari 15 juta artikel dalam 270 bahasa.

Sistem klasifikasi formal / Taksonomi mengelompokkan objek pengetahuan dalam kategori tertentu. Kategori harus akurat dan menjadi representasi realita. Folksonomi sistem “pengorganisasian terbuka”, yaitu klasifikasi, yang dibuat oleh pengguna Informasi yang bersifat lokal, informal, praktis bahkan menyenangkan. Pendekatan folksonomik, membebaskan user untuk mengatur sendiri, bagaimana berkontribusi, mengedit, dan membuat link antara materi apa pun yang mereka pilih, dan untuk mengidentifikasi dan mengubah data melalui proses konsensus dengan intervensi minimal dari struktur.

Pengetahuan umum dapat diperoleh dimana saja termasuk didalam era canggih sekarang ini yaitu era media baru via internet, langsung bisa menghubungkan keseluruh channel yang ada. Didalam media baru dalam memberikan efektivitas mengenai pengetahuan umum tentu tidak semua yang dipaparkan benar adanya, tergantung tingkat kepercayaan seseorang atau tingkat kredibilitas suatu situs atau pun website.

CROWD SOURCING

Crowd sourcing adalah ada kumpulan atau sebuah kerumunan sumber yang tidak terbatas asalkan sebuah kumpulan yang berisikan sumber.

Jadi crowd sourcing itu dapat digunakan oleh institusi apapun yang membutuhkan pengetahuan atau brainstorming yang banyak sehingga menemukan sebuah titik pemecahan masalah ataupun pengetahuan yang dimiliki oleh setiap orang agar dapat diberitahukan kepada masyarakat atau institusi yang membutuhkan pengetahuan mereka.

Keuntungan dari crowd sourcing adalah apabila institusi ingin melakukan research tentang apapun itu institusi dapat menggunakan crowd sourcing untuk menekan budget agar mendapatkan efektivitas dalam mencari pengetahuan atau solusi yang mereka butuhkan. Sehingga mereka tidak lagi harus merekrut atau mempekerjakan pekerja baru untuk melakukan riset tetapi orang dapat volunteer kepada mereka untuk membagikan pengetahuan mereka.

Sehingga perusahaan atau institusi dapat meningkatkan daya saing mereka di pasaran dengan tanpa tambahan budget di bagian research. Dan dapat focus kepada marketing mereka.

CONTOH PADA COMMON KNOWLEDGE

JOBSTREET, adalah suatu aplikasi website maupun mobile untuk mencari suatu penyedia lowongan kerja yang cukup besar, dimana masyarakat memperoleh kemudahan yang cukup untuk mencari suatu lowongan pekerjaan menyesuaikan dengan basic, pendidikan, gaji yang ingin diperoleh, dan passion pekerja tersebut. Employer yang ada dalam website ini meerupakan perusahaan yang cukup memiliki nama perusahaan besar di Indonesia maupun di luar negeri.

Kelebihan dari suatu aplikasi Jobstreet adalah, dimana seseorang bisa mencari lowongan pekerjaan bebas secara ruang dan waktu, sehingga seseorang tidak terlalu susah untuk mencari lowongan pekerjaan, dan bisa di katakana juga bahwa Jobstreet adalah salah satu channel kita untuk mendapatkan suatu pekerjaan yang sangat mudah, lalu aplikasi website ini tidak memerlukan suatu biaya, sehingga kita dapat mengakses kapan saja dan dimana saja.

Kekurangan dari Jobstreet ialah, ada beberapa hal yaitu ketika seseorang sudah apply lamaran pekerjaan nya, namun proses nya terlalu lama, karena di sesuaikan oleh masing – masing perusahaan nya sendiri, sehingga menanggap memakai Jobstreet tidak cepat dalam menanggap.

https://en.wikipedia.org/wiki/Common_knowledge

https://www.jobstreet.com

 

Advertisements

Participatory Journalism – Ricky Widjaya 14140182

DEFINISI

Dengan adanya media baru membuat Ruang dan tempat baru bagi jurnalisme di New Media. Setiap adanya perubahan baru atau tindakan yang diambil maka pasti ada dampak positif dan negatifnya. Dalam kasus media baru yang membuat jurnalisme dia media baru ada beberapa sisi positif dan negatifnya.

Positifnya dari adanya jurnalisme media online adalah kita mendapatkan beragam jenis pemberitaan dari berbagai tempat sehingga berita yang kita dapat tidak satu seragam seperti di media televise yang pemberitaannya rata-rata sama semua topiknya. Hal ini disebabkan oleh jurnalis yang mengupload berita bukan hanya jurnalis dari perusahaan namun seluruh masyrakat dapat menulis berita dia portal berita online. Jurnalis tersebut terdiri dari warga sekitar ditempat kejadian dan disebut sebagai jurnalis partispatoris. Semakin banyak jurnalis partisipatoris maka berita yang kita terima semakin banyak ragam dan berita yang kita dapat pun akan semakin cepat karena jurnalis partisipatoris tidak perlu meng-acc berita apa yang akan dipublish sehingga mereka dapat mengetik dan foto di tempat kejadian dan langsung upload. Sehingga hal itu yang membuat berita media cetak dan televisi terpukul oleh berita media online. Karena dari segi kecepatan waktu dan jenis ragam beritanya dan masyarakat pun dapat memberikan opini mereka di portal berita online sehingga masyarakat yang membaca bebas berpendapat dan mereka pun dapat berpendapat apakah berita yang ditulis adalah benar atau salah.

Negatifnya dari adanya jurnalisme media online adalah ketepatan berita yang ditulis belum tentu benar sehingga membuat masyarakat kurang percaya dengan berita apa yang ditulis di portal berita online. Karena semua masyarakat dapat menulis berita di portal berita online. Sehingga membuat kredibilitas nya rendah berbeda dengan berita media cetak dan televisi. Dan jurnalisme media online melahirkan yang namanya jurnalis partisipatoris yang berbeda dengan jurnalis media cetak atau media online yang sudah terlatih sehingga gaya penulisan mereka pun tidak seperti gaya penulisan jurnalis media cetak dan media televisi. Sehingga terkadang membuat penulisan yang ditulis adalah subjektif sedangkan berita yang seharusnya ditulis adalah objektif dan tidak boleh berpihak pada manapun. Sehingga biasanya jurnalis partisipatoris dapat menggiring pembaca ke opini si penulis. Padahal dalam penulisan berita, Penulis tidak boleh menaruh opini mereka karena dapat menggiring pembaca atau menghasut pembaca agar searah dengan pemikiran mereka.

Participatory dapat di jelaskan sebagai bentuk  partisipasi seseorang terhadap suatuproduk jurnalisme. Dimana participatory journalisme ini fokus pada journalisme media baru.Terdapat beberapa jenis partisipasi journalism pada media baru, yaitu : (Dana R Fisher & Larry Michael Wright)

  • Utopian
  • Dystopian
  • Technorealism
  1. Utopian :Jenis ini adalah jenis pasrtisipasi journalisme yang sangat mendukung akan hadirnya media baru sebagai media massa yang lebih mukthakir dari media massa tradisional.
  2. Dystopian
    Berbeda degan utopian, jenis ini adalah jenis yang tidak mendukung atas hadirnya media baru, karena Dystopian menganggap media baru sebagai media yang memiliki dampak yang buruk dan tidak layak untuk dikonsumsi khalayak.
  3. Technorealism :

Jenis partisipasi journalisme ini adalah jenis yang berusaha netral dar jenis-jenis partisipasi journalisme yang ada, mereka tidak menolak akan adanya media baru, namun mereka juga menyadari bahwa media baru juga akan memiliki dampak yang buruk jika di produksi dan konsumsi produknya dengan tidak bijak.

Participatory Journalism cukup membawa dampak yang baik bagi media baru, mengapa ? dengan adanya journalism ini memberikan warna baru bagi dunia media massa baru, kecepatan dalam memberikan informasi dan format yang berbeda dari wartawan konvensional menjadikan journalism ini cukup diminati, setiap orang ingin menjadi no 1 dalam memberikan informasi. Contohnya ada pada masa sekarang ini, terjadinya demo pada tanggal 4 november lalu banyak partisipasi journalism yang memberikan produk jurnalistiknya di media baru, banyak yang menciptakan produknya dari pandangan yang positif  bahkan negatif.

CONTOH KASUS

Wikinews (Beritawiki) adalah sebuah wiki yang berhubungan dengan aktualitas atau berita-berita yang masih hangat. Seperti Wikipedia, situs ini juga dikelola oleh yayasan Wikimedia.

Contoh nya pada saat lagi pemberitaan tentang Ahok kasus penistaan agama, dimana berita yang hangat ini sangat aktualitas nya harus sesuai dan berita berita tersebut berbagai sumber yang actual, di wikinews akan membantu hal tersebut untuk memberikan berita terupdate tersebut.

https://pdfs.semanticscholar.org/0462/f7023bc59379ab026e5a5d5e4aa2f1719755.pdfhttps://pdfs.semanticscholar.org/0462/f7023bc59379ab026e5a5d5e4aa2f1719755.pdf

http://www.kompasiana.com/jojowulan/citizen-journalism-apa-dan-bagaimana_550ffe8a813311af36bc6061

http://www.jdlasica.com/2003/08/07/what-is-participatory-journalism/

https://id.wikipedia.org/wiki/Wikinews

Alternative Computing – Ricky Widjaya 14140182

PENDAHULUAN

Definisi Hacktivism

Hacktivism adalah penggunaan komputer dan jaringan komputer untuk mempromosikan tujuan-tujuan politik, pidato terutama gratis, hak asasi manusia, dan informationethics.It dilakukan dibawah premis bahwa penggunaan yang tepat dari teknologi dapat menghasilkan hasil yang samadengan yang tindakan konvensional protes aktivisme, dan pembangkangan sipil.

Istilah ini telah digunakan setidaknya sejak November 1995, meskipun akun sebelumnya telah salahmengklaim bahwa istilah ini diciptakan pada tahun 1996 oleh Cult dari anggota yang dikenal sebagai”Omega”. Namun, mirip dengan akarnya kata hack, hacktivism adalah istilah yang ambigu (doublemeaning)Istilah hacktivism dan hacktivist adalah subyek perang leksikal mendefinisikan mereka. Beberapadefinisi dari istilah-istilah ini termasuk tindakan cyberterrorism sementara yang lain berhentidengan penggunaan teknologi hacking untuk mempengaruhi perubahan sosial.Sebut saja Political Acktivism atau yang dikenal dengan istilah.

Hacktivism‟ yang berbeda secara definisi dan implementasi dengan Cybercrime apalagi Cyberterrorism. Hacktivism berbeda dengan Cyber-crime dan Cyberterrorism yang dari aksi non-fisiknya dapat menimbulkan kekerasan fisik didunia nyata. Seorang hacktivist tidak melakukan aksi (sekalipun ilegal) untuk tujuan profit ataumenciderai internet users atau individu dan kelompok di dunia nyata.Hacktivism secara definisi dimaknai sebagai aksi yang tidak menggunakan kekerasan fisik juga tidakmenimbulkan kekerasan fisik secara langsung dengan menggunakan teknik hacking komputer untuktujuan-tujuan politis. Mengutip Samuel dalam pembatasan disertasi Harvard nya “hacktivism is the nonviolent use of Ilegall or legally ambigous digital tools in pursuit of political ends.” Bentuk aksi Hacktivism misalnya seperti yang dilakukan kelompok Hacktivism pertama the Cult of the Dead Cow di Amerika salah satunya lewat aksi developing Goolag Tool‟ sebagai bentuk protes atas dominasi microsoft,

Kasus Hacktivsm di Indonesia

JAKARTA

KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan akan membongkar semua videotron berbentuk billboard. Hal ini menyusul penayangan konten bermuatan pornografi di videotron Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2016).

“Videotron di billboard enggak boleh lagi. Semua videotron yang model-model billboard akan kami bongkar semua,” kata Basuki atau Ahok di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2016).

Dia menegaskan tidak akan memperpanjang izin pemasangan videotron berbentuk billboard. Selain itu, Ahok juga tidak menginginkan iklan berbentuk reklame. Sebab, menurut dia, reklame dan billboard kerap membahayakan banyak orang.

“Kami minta nanti LED yang menempel di dinding (kaca) gedung perkantoran saja,” kata Ahok.

Sebelumnya, sebuah videotron di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menayangkan adegan video film porno. Tayangan tersebut muncul sekitar pukul 13.00-14.00 WIB.

Durasi yang terdeteksi penayangan video itu selama lebih kurang lima menit. Tayangan itu kemudian diketahui oleh Suku Dinas Komunikasi, Informasi, dan Masyarakat (Kominfomas) Jakarta Selatan. Videotron itu kemudian diputuskan sambungan listriknya.

Videotron yang diduga dibobol oleh hacker tersebut dikelola oleh PT Transito Adiman Jati. Juru bicara PT Transito Adiman Jati, Widhi Krastawan, mengatakan, saat ini pihaknya menyerahkan seluruh penyelidikan ke polisi. Ia meyakini insiden itu adalah sabotase dari pihak luar.

“Ya, kami minta maaf atas gangguan ini, memang ini di luar dugaan, tentu ini problem buat kami, kami langsung melaporkan ke polisi,” katanya di kantor PT Transito, Jakarta Barat.

Polisi pun telah mengamankan satu unit CPU untuk penyelidikan kasus tersebut.

https://www.academia.edu/8458683/Definition_hacktivism

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/10/01/12520531/ahok.bakal.bongkar.semua.videotron.berbentuk.billboard.

https://cyberattitude.wordpress.com/2013/10/17/pengertian-dan-contoh-dari-cybercrime/

 

Culture Jamming – Ricky Widjaya 14140182

PENDAHULUAN

Terkait presentasi genre Media baru dan masyarakat tentang Culture Jamming dikenal sebagai salah satu bahasa slang di dunia radio citizen band yang berarti praktek menginterupsi percakapan. Culutre jamming menurut stuart ewen adalah serangan pada kekuatan yang mendominasi public, atau memanipulasikan makna-makna yang ingin disampaikan dengan menggunakan gambar ataupun tanda-tanda yang dapat mengubah makna pesan yang sebenarnya.

Culture jamming merupakan sikap perlawanan terhadap kemapanan, kemapanan yang mendiktekan keingian mereka terhadap orang lain. Namun culture jamming juga dapat dianggap sebagai suatu gerakan anti kapitalisme, dimana sikap-sikap anti perusahaan besar yang selalu dianggap merugikan orang orang di dunia . Dimana perusahaan besar pasti selalu melakukan hal yang dianggap menjadi sisi negative, sehingga orang – orang dapat mengkritik suatu perusahaan tersebut melalui meme di mana hal ini yang banyak digunakan melalui media baru.

Tentang iklan membahas :

  • Sebuah fenomena budaya yang kritis terhadap iklan.
  • Jenuh terhadap iklan – Some has insult intellectuality
  • Menurut mark : melihat bahwa iklan tersebut adalah kendaraan kapitalisme

Analisa iklan tersebut, bahwa dimana iklan politik telah menjadi sesuatu hal yang memberikan efek yang buruk terhadap masyarakat. Mengapa? Seharusnya iklan politik itu untuk mempaparkan suatu visi dan misi nya partai maupun pemimpin, tetapi banyak politik yang mempaparkan untuk kejelekan suatu partai dan mendominasi memperburuk suasana negara, yang kesan nya mencari suatu sensasi dan pusat perhatian masyarakat dengan hal negative. Parpol hanya berani memaparkan ide-ide atau gagasan-gagasan politik internal mereka dan cenderung mengumbar klaim politik sepihak. Akibatnya, masyarakat hanya disuguhkan informasi yang klise dan fatamorgana politik.
Jelang pilkada saat ini, banyak beberapa masyarakat yang mengkritik berbagai isu – isu baik dari pemberian uang demi suatu suara rakyat dan tindakan curang yang dilakukan oleh oknum – oknum untuk memenangkan suatu pilkada tersebut. Gambar ini menjelaskan bahwa tindakan terima suap memberikan tindakan yang buruk untuk kedepan nya, gambar ini untuk mengingat kan bahwa suara pemilihan kita tidak dapat dibeli dengan uang, karena efek tersebut akan mengambarkan masa depan suatu negara maupun kota. Contoh kita ambil kasus pilkada di Jakarta 2017, ada nya isu – isu yang di anggap memberikan suatu uang agar mendapatkan suara rakyat, namun ada beberapa oknum yang membuat hoax dengan adanya suapan dari paslon 2, sehingga mengurangi ektabilitas paslon 2.

http://salisil.web.id/culture-jamming-seni-kritik-media

http://www.kaskus.co.id/thread/557859d3947868a34a8b456a/cultural-jamming-cara-mengkritisi-iklan-yang-unik/

 

Participatory Journalism – Pesak Novel 14130286

Seperti yang telah kita ketahui bahwa media baru semakin merambah kesegalah bidang dan media baru itu sendiri merupakan suatu kata yang merupakan suatu istilah tunggal yang dalam penggunaanya kurang lebih enam puluh tahun, dalam pengunaannya kata media baru ini begitu sering dikaitkan dengan media komunikasi yang pada manfaatnya untuk memberikan indormasin menyapaikan informasi kepada public.

Dengan adanya media baru ini membuat suatu gerakan-gerakan perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita dan salah satu genre yang ada yaitu participatory jurnalisme merupakan kegiatan jurnalistik yang dalam pemberitaannya bukan dilakukan oleh seorang wartawan tetapi ini merupaka salah satu bentuk partisipasi dari warga dalam karya jurnalistik dengan kemauan sendiri tanpa paksaan, dalam kegiatan ini biasanya participatory jurnalism ini memberitakan kejadian yang ada sekitarnya secara real time sehingga berita yang diterima masih hangat dan merupakan kejadian yang terjadi pada saat itu juga, setiap perubahan atau tindakan yang diambil pasti ada dampak positif dan negatif, dalam kasus ini media baru membuat jurnalisme di media baru ada beberapa sisi postif dan negatifnya.

Berkaitan dengan pembahasan Participatory Journalism ada tiga perspektif dalam media baru yaitu Utopian. Dystopian, & Technorealism.

  1. Utopian

Utopian merupakan perspektif terbuka dengan kehadiran media baru, dengan adanya media baru tersebut khalayak menjadi terbuka dan menerima segala sisi dari sisi berita yang mereka terima atau diberitakan, pada intinya dalam perspektif Utopian ini khalayak atau publik dengan begitu terbukannya menerima segalah informasi yang mereka dapat dari mana pun entah itu informasi yang benar atau tidak dan tidak memperhatikan ataupun mencerna informasi yang mereka dapat lebih baik lagi.

2          Dystopian

Dystopian ini merupakan perspektif yang negatif atau kebalikan dari utopian yang dimana dalam perspektif dystopian ini publik selalu mengartikan negativ terhadap semua pemberitaan ataupun informasi-informasi yang ada  didalam media, karena dalam perspektif dystopian ini publik atau khalayak selalu beranggapan bahwa semua informasi ataupun berita yang ada didalam media itu benar adanya sehingga yang terjadi dalam perspetif ini publik atau khalayak memiliki kecenderungan yang sinis terhadap media atau bisa disebut dengan anti media.

  1. Technorealism

Technorealism yang lebih dikenal dengan salah satu perspektif yang bersifat netral yang tidak ada keberpihakan secara terbuka maupun negativ, dalam perspektif ini kita bisa melihat jika merupakan jalut tenga antara perspektif Utopian dan perspektif Dystopian. Media baru membawa dampak yang baik dalam beberapa aspek yang ada seperti aspek sosial, politik dan negativ tetapi tetap kritis terhadap dampak negativ dari adanya teknologi tersebut, yang pada intinya perspektif technorealism ini publik ataupun khalayak lebih berfikir realistis terhadap suatu pemberitaan ataupun informasi yang diterima dari media.

Dalam participatory journalism ini terdapat kegiatan yang ada didalamnya seperti yang kita tau jurnalisme warga atau yang biasa disebut dengan citizen journalism, hal ini membawa dampak yang positiv dan negativ yang ada didalamnya karena apa yang diberitakan oleh seorang citizen journalism ini belum tentu benar adanya karena mereka ini bukan berada dalam kalangan wartawan profesional sehingga masih peru diragukan juga tentang pemberitaannya.

–           Dampak Positiv

Partisipan dalam kegiatan jurnalistik ini tentunya bisa dibilang sangat membantu terhadap media dalam pemberitaan ataupun mendapatkan berita dengan begitu cepat dan terupdate karena setiap indivdu yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan jurnalistik ini mereka memberikan pemberitaan dalam bentuk foto dan video mengenai kejadian yang terjadi disekitar mereka, jadi meskipun media tidak berada ditempat tetapi mereka mempunya bukti kongkrit yang berupa foto ataupun video.

–           Dampak Negativ

Dampak negativ yang kita bisa rasakan ataupun lihat dari berita yang didapatkan dari warga biasa yang bukan wartawan yaitu biasanya masih kurang bisa untuk dipercaya karena bisa saja bersifat hoax atau palsu karena tingakat kepercayaannya begitu masih belum bisa dipercaya apalagi yang melakukan pemberitaan orang-orang yang tidak begitu paham dengan dunia jurnalistik.

Ada beberapa istilah yang dikaitkan dengan konsep Citizen Journalism. Public journalism, Advocacy Journalism, Participatory Journalism, Participatory Media, Open Source Reporting, Distributed Journalism, Citizens Media, Grassroot Journalism, sampai We-media.

(J.D. Lasica, dalam Online Journalism Review. 2003), mengategorikan media Citizen Journalism ke dalam 5 tipe yaitu :

  1.  Audience participation (seperti komenter user yang diattach pada kisah-kisah berita, blog-blog pribadi, foto, atau video footage yang diambil dari handycam pribadi, atau berita lokal yang ditulis oleh anggota komunitas)
  2. Situs web berita atau informasi independen (Consumer Reports, Drudge Report)
  3.  Situs berita partisipatoris murni (OhmyNews)
  4.  Situs media kolaboratif (Slashdot, Kuro5hin)
  5.  Bentuk lain dari media ‘tipis’ (mailing list, newsletter, e-mail)
  6. Situs penyiaran pribadi (situs penyiaran video, seperti KenRadio)

Steve Outing pernah mengklasifikasikan bentuk-bentuk citizen journalism sebagai berikut:

  1. Citizen journalism membuka ruang untuk komentar publik. Dalam ruang itu, pembaca atau khalayak bisa bereaksi, memuji, mengkritik, atau menambahkan bahan tulisan jurnalisme profesional. Pada media cetak konvensional jenis ini biasa dikenal dengan surat pembaca.
  2. Menambahkan pendapat masyarakat sebagai bagian dari artikel yang ditulis. Warga diminta untuk ikut menuliskan pengalamannya pada sebuah topik utama liputan yang dilaporkan jurnalis.
  3. Kolaborasi antara jurnalis profesional dengan nonjurnalis yang memiliki kemampuan dalam materi yang dibahas. Tujuannya dijadikan alat untuk mengarahkan atau memeriksa keakuratan artikel. Terkadang profesional nonjurnalis ini dapat juga menjadi kontributor tunggal yang menghasilkan artikel tersebut.
  4. Bloghouse warga. Bentuknya blog-blog gratisan yang dikenal, misalnya ada  wordpress,  blogger, atau  multiply. Melalui blog, orang bisa berbagi cerita tentang dunia, dan bisa menceritakan dunia berdasarkan pengalaman dan sudut pandangnya.
  5. Newsroom citizen transparency blogs. Bentuk ini merupakan blog yang disediakan sebuah organisasi media sebagai upaya transparansi. Dalam hal ini pembaca bisa melakukan keluhan, kritik, atau pujian atas apa yan ditampilkan organisasi media tersebut.
  6. Stand-alone citizen journalism site, yang melalui proses editing. Sumbangan laporan dari warga, biasanya tentang hal-hal yang sifatnya sangat lokal, yang dialami langsung oleh warga. Editor berperan untuk menjaga kualitas laporan, dan mendidik warga (kontributor) tentang topik-topik yang menarik dan layak untuk dilaporkan.
  7. Stand-alone citizen journalism, yang tidak melalui proses editing.
  8. Gabungan stand-alone citizen journalism website dan edisi cetak.
  9. Hybrid: pro + citizen journalism. Suatu kerja organisasi media yang menggabungkan pekerjaan jurnalis profesional dengan jurnalis warga.
  10. Penggabungan antara jurnalisme profesional dengan jurnalisme warga dalam satu atap. Website membeli tulisan dari jurnalis profesional dan menerima tulisan jurnalis warga.
  11. Model  Wiki. Dalam Wiki, pembaca adalah juga seorang editor. Setiap orang bisa menulis artikel dan setiap orang juga bisa memberi tambahan atau komentar terhadap komentar yang terbit (Yudhapramesti, 2007).

Contoh Kasus :

Kegiatan citizen jurnalistik yang kita bisa lihat paling mudah itu disekitar kita seperti di media sosial yang contohnya pada saat aksi demo yang terjadi dimonas, dalam media sosial kita begitu banyak terjadi kegiatan citizen journalism yang ikut memberitakan merita kejadian yang ada pada saat itu dan mungkin beberapa pemberitaan belum ditanyangkan televisi. Dan karena adanya citizen journalism ini membuat segala berita itu semakin cepat untuk diketahui dan tak perlu menunggu pemberitaan di media massa, Ini membuat suatu gebrakan baru buat Indonesia dimana setiap masyarakat dapat berpartisipasi langsung dalam memberikan pemberitaan.

Daftar Pustaka :

SAP Mata Kuliah Media baru dan Masyarakat

http://www.kompasiana.com/jojowulan/citizen-journalism-apa-dan-bagaimana_550ffe8a813311af36bc6061

 

Culture Jamming – Pesak Novel 14130286

Apa itu culture jamming ???

Dalam pengertiannya culture jamming ialah merupakan suatu upaya yang dilakukan suatu kelompok atau masyarakat dalam melawan suatu gerakan dari pemerintahan maupun suatu perusahaan yang menurut mereka adalah hal yang tidak baik yang diterapkan dalam karya seni yang disampaikan oleh pembuatnya yang merupakan suatu hasil yang baik. dalam penerapannya culture jamming mengambil suatu bentuk dari budaya popular yang ada kemudia mereka mengemasnya menjadi suatu pesan baru yang dengan tujuan untuk mengkritisi budaya yang ada tersebut.

Menurut Struart Ewen yang merupakan seorang  kritikus social culture jamming adalah serangan pada kekuatan yang mendominasi public yang dalam penerapannya mereka menyerang kaum penguasa tersebut dengan gambar-gambar dan tanda-tanda yang memanuipulasi makna sejati dari yang ada dan menyesatkan public.ada juga yang berpendapat bahwa culture jamming ini merupakan suatu perlawanan terhadap suatu kaum besar yang mendominasi ini melalui karya seni yang sifatnya untuk mengkritik.

Jamming itu sendiri dikenal sebagai suatu istilah slang didunia radio citizen band yang berarti praktek menginterupsi percakapan diantara CB-zen (Warga CB). Namun sebenarnya isitilah ini pertama kali digunakan oleh sebuah grup rock Negativland dengan syair-syair yang provokatif didalamnya (Barkeley AS. 1979)

Negativland yang merupakan suatu band yang menciptakan istilah culture jamming pada tahun 1984 untuk menggambarkan perubahan billboard dan seni bawah tanah lainnya yang berusaha untuk menjelaskan sisi gelap dari computer. Budaya dari culture jamming ini menangkap bahwa gambar dan ide-ide dari suatu budaya media mainstream untuk membuat suatu titik kritis . saran sebagai desain media yunus pretty telah menempatkan itu, itu adalah startegi yang mengubah kekuasaan korporasi terhadap dirinya sendiri dengan memilih co, hacking, mengejek, dan mengkontekstualisasikan makna (Pretti, 2001;1)

Dalam perkembangannya istilah dari culture jamming ini berubah menjadi sebuah entitas yang khas yang dikenal sebagai culture jamming dengan jammer sebagai sebutan dari pelakunya. Sekarang seperti yang kita ketahui bahwa culture jamming buka hanya bisa kita dapatkan dibillboard tetapi ada di media massa jga. Setiap orang, asal memiliki koneksi terhadap jaringan internet ia bisa mengunggah informasi apapun sehingga menjadi arsip data yang bisa diaskes oleh siapa pun (Rulli, 2014; 103). Dalam hal ini culture jamming juga mengambil bentuk suatu budaya popular, mengemas ulang menjadi pesan baru dengan tujuan menumbangkan dan mengkritisi budaya tersebut.

Dalam penerapan culture jamming sendiri sudah merambah ke media baru yang ada seperti bisa kita jumpai dalam  media-media social berupa instagram, path dan juga youtube yang menjadi wadah dalam pengekspresian suatu komunitas dalam mengkritik suatu budaya pouler, jika didalam media baru culture jamming ini bisa berupah meme yang sifatnya itu mengarah kepada suatu objek yang ditujuh, dan mereka menggunakan culture jamming ini terhadap seluruh informasi yang mereka berikan seperti contohnya facebook menjadi fatbook dan iklan cocacola yang dibuat menjadi suatu parody yang sifatnya mengkritisi produk tersebut.

Dalam contoh kasus real yang ada di Indonesia kita bisa mengambil contoh para masyarakat mengkritisi tentang sensor yang diberlakukan KPI.

Untitled

Dalam meme ini kita bisa lihat bahwa culture jamming dari warga yang menuliskan apakah Cuma diindonesia  memeras susu sapi disensor, da nada juga suatu meme yang menyidir tentang KPI “kalau udah disensor berarti kita udah tiba di indonesia” yang dalam hal ini masyarakat atau suatu kelompok mereka merasa bahwa KPI terlalu berlebihan dalam pensensoran suatu film  karena hal yang menurut mereka tidak perlu untuk di sensor tapi malah disensor dan akhirnya menjadi suatu kelucuan dikalangan masyarakat yang menonton yang pada akhirnya menyebabkan timbulnya suatu gerekanan untuk menyingung suatu kajian yang ada.

Daftar pustaka :

Buku

Rully Nasrullah. 2014. Teori dan riset media siber. Kencana Prenada media. Jakarta

Gambar

https://www.google.co.id/search?q=meme+sensor+kpi&source=lnms&tbm=isch&sa=X&sqi=2&ved=0ahUKEwjUttvuuujTAhVBNI8KHVIfBrYQ_AUIBigB&biw=1366&bih=700&dpr=1#imgrc=HbD0phoLM8DB3M

Common Knowledge – Pesak Novel 14130286

Commond Knowladge merupakan suatu pengetahuan yang diketahui semua orang ataupun hampir semua orang. Berkaitan dengan pembahasan mengenai common knowledge yang pada pembelajaran media baru dan masyarakat ini termasuk dalam lima gangre yang ada, dan gangre ini membahas tentang pengetahuan umum atau suatu situs yang bisa diakses oleh semua orang yang pada dasarnya memberikan pengetahuan yang dihubungan dengan era dari media baru tersebut. Dalam suatu kajian yang ada di Amerikaa mereka berpendapat bahwa terdapat lima hal mendasar yang telah mengubah kebiasaan dasar dari masyarakat umum dalam bermedia yaitu : 5C (Choice, Conversation, Curation, Creation dan Collaboration.) seperti yang termasuk didalam 5C ini kolaborasi  ini sangat berkaitan denga pola perilaku masyarakat yang saat ini berkembang diera media baru dan era digital dalam hal penciptaan informasi secara bersama atau berkolaborasi.

Pada dasarnya gangre common knowledge ini merupakan suatu gangre yang ada dimedia baru yang bisa menjadi suatu bahan kepada masyarakat luas dalam pencarian suatu informasi dan mempermudah segala aspek pencarian informasi hal ini dikarenakan dalam gangre ini masyarakat bisa langsung mnecari informasi apa yang dibutuhkan lewat media online tersebut. Sistem folksonomy adalah suatu system yang digunakan dalam gangre common knowledge guna dapat mempermuda masyarakat dalam pencarian suatu informasi yang ada. Dibandingkan dengan dahulu pencarian suatu informasi itu sangat sulit karena masyarakat masih menggunakan cara-cara traditional untuk membantu mereka dalam menemuka suatu informasi. Common Knowladge telah menjadi bagian terpenting yang ada didalam kehidupan dalam bermedia terlebih khusus menjadi suatu lanskap kontemporer dalam media social dan web 2.0 dalam perkembangannya menjadi pesaing yang begitu kuat sekaliggus komplemen bagi bentuk pengetahuan yang lebih otoritas dan istitusional.

Crowdsourcing merupakan suatu kata  yang berasal dari kata crowd yang dalam pengertiannya berarti kerumunan orang dan sourcing yang artinya sumberdaya. Jadi pada pengertiannya crowdsourcing ini mempunyai arti suatu system atau konsep yang sumber daya berbasis kerumunan. jika diartikan secara umum crowdsourcing ini dapat memiliki arti memvberiukan suatu permasalahan yang ada kepada masyarakat luas, lalu dengan adanya permasalahan itu masyarakat ataupun khalayak tersebut memiliki ketertarikan dengan  permasalahan yang ada dan merasa memilki suatu solusi dan pada akhirnya khalayak tersebut ingin memberikaan suatu jabawan dan berpartisipasi dalam penyelesaian masalah tersebut.

Menurut Jeff P. Howe, Crowdsourcing merupakan suatu aktifitas atau tindakan yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau institusi yang mengambil salah satu fungsi pekerjaan yang seharusnya diselesaikan karyawannya, namun disebarluaskan secara terbuka dan bebas untuk banyak orang ataupun kerumunan yang pada dasarnya terkoneksi oleh computer dalam hal ini internet.

Dalam pengambilan kesimpulan kita bisa melihat bahwa keuntungan dari crowdsourcing ini yaitu suatu perusahaan ataupun institusi dalam hal melakukan research tentang apapum yang akan mereka cari ini bisa langsung menggunakan crowdsourcing agar dapat menekan budget dalam pelaksanaan dan juga pada hasilnya mendapatkan suatu keefektivitas dalam melakukan pencarian suatu informasi yang ada  dan bisa mendapatkan solusi yang dibutuhkan, sehingga pada akhirnya suatu perusahaan ini tidak perlu lagi untuk menerima pekerja baru yang pada dasarnya hanya untuk melakukan research tetapi dengan adanya crowsourcing ini suatu perushaan bisa langsung dapat bantuan dari user-user yang ada dalam suatu media yang akan membagikan pengetahuan mereka.

Dalam era media baru pengetahuan umum atau Common knowledge dapat kita peroleh dimana saja karena era sekarang semua telah terhubung dengan internet sehingga mempermuda kita dalam penemuan suatu informasi yang terhubung ke situs yang ada, dalam pencarian informasi didalam pengetahuan umum ini ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan karena tidak semua orang yang memberikan informasi didalamnya itu benar adanya dan juga kita bisa melihat terlebih dahulu tingkat kepercayaan dari pembaca terhadap situs tersebut sehingga kita tidak mendapatkan suatu informasi yang keliru.

Dalam contoh real yang ada common knowledge dimasyarakat Indonesia yang begitu hits saat ini terlebih khusus di ibu kota Jakarta yaitu Waze dimana ini merupakan suatu aplikasi berbasis map yang dapat membantu seseorang dalam pencarian jalan untuk menuju suatu tempat tujuan dan waze ini merupakan suatu common knowledge di era media baru karena disini para penguna bisa berbagi informasi yang ada seputar keadaan lalu lintas yang ada diseputarnya sehingga sanggat membantu dalam era sekarang yang dimana semua membutuhkan kecepatan.ini merupakan suatu solusi bagi orang-oraang diperkotaan terlebih khusus bagi orang-orang yang kurang mengetahui jalan meuju suatu tempat sehingga waze ini dapat membantu seseorang menuju tempat tujuan dengan tidak tersasar.

DAFTAR PUSTAKA

https://en.wikipedia.org/wiki/Common_knowledge

SAP MATA KULIAH MEDIA BAR

Alternative Computing – Pesak Novel 14130286

Dalam respon peaper kali ini kita akan membahas tentang alternative computing yang dalam prakteknya alternative computing ini begitu erat kaitannya dengan akses data, system informasi dari suatu situs web, dalam hal ini para aktifis teknologi mereka mendesain, membangun, dan meretas suatu system atau sering dikenal dengan sebutan hacking. Dalam pengertiannya dimana teknik ini mengkonfigurasi suatu system  sehingga semakin baik. Alternative computing inisebagai salah satu ganre yang ada dimedia baru yang dimana memiliki suatu tujuan untuk membuka suatu akses dari suatu web yang ada dan menggunakan teknologi informasi.

Dalam gangre ini terdapat beberapa aspek dan bidang yang menjadi target utama dalam pengoprasiannya, antara lain sensor yang pengertiannya pembatasan kebabasan dalam suatu aksi berbicara dan interaksi, selanjutnya Internet yang menjadi poinnya tentang prinsip-prinsip netralisasi dalam jaringan. Negara dan kerahasiaan perusahaan ini merupakan salah satu yang menjadi target  dari alternative computing terhadap pengawasan, profiling dan koleksi berkas dari individu, selanjutnya adalah kebabasan intelektual dan akademik dan paling utama yaitu pembatasan atau tindakan koersif hokum kekayaan intelektual.

Gangre Alternative computinh ini memiliki berbagai istilah yang ada didalamnya, dan yang menjadi salah satu istilah yang paling dikenal oleh kalangan masyrakat yaitu Hacktivism, hacktivism ini berawal dari kata hack yang dalam pengertian bahasa Indonesianya berarti bajak. Hacktivism sendiri adalah gerakan yang pada pengaplikasiannya adalah suatu bentuk protes atas kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, social, dan politik. Tetapi mereka yang melakukan hacktivism ini bukan berarti dengan maksud yang jahat, karena begitu banyak aspek yang membuat mereka melakukan hal tersebut. Dalam pengertian yang lebih dalam mereka yang melakukan pengoprasian system computer ini ada yang disebut dengan hacker da nada juga yang disebut dengan cracker, sehingga mengandung arti yang berbeda dalam setiap prakteknya. Dimana hacker adalah seseorang yang pada prosesnya mereka ini bermaksud baik untuk berusaha mengetahui kelemahan dari suatu system dan mereka berupaya un tuk memperbaiki system yang salah tersebut sehingga system yang terdahulu menjadi lebih baik lagi, sedangkan cracker pada pengertiannya begitu berbanding terbalik dengan hacker, karena seorang cracker ini dia berusaha untuk merusak suatu system yang sudah ada.

Tapi pada sekarang ini seorang hacker itu akan dicap sebagai seorang criminal, dan apabila sesorang ketahuan melakukan suatu kegiatan yang berhubungan dengan hacking ini akan dikenakan sanksi criminal sehingga mereka bukan lagi dikenal sebagai seseorang yang memperbaiki dan melindungi suatu system tetapi mereka merypakan sosok jahat yang meretas suatu system yang ada. Dengan padangan masyarakat terhadap hacker seperti ini akhirnya membuat nama dari hacker ini menjadi jelek sehingga apapun masalah yang timbul dalam suatu web atau teknologi pasti masyarakat akan menyalahkan hacker dalam situasi tersebut. Akan tetapi menurut pandangan saya, tidak semua hacker yang ada bersifat jahat dan merusak.

  • Hacker

Hacker adalah seseorang yang mempelajari, meganalisa dan selanjutnya bila orang tersebut meninginkan dia bisa untuk membuat, memodifikasi ataupun mengekspolitasi suatu system tersebut  yang juga membantu dalam pemeriksaan system-sistem yang ada didalam program yang ada tersebut, hacker ini mempunyai beberapa golongan yang ada didalamnya dan setiap golongan yang ada mempunyai pengertian yang berbeda-beda, dan teknik hacker ini bisa memiliki arti yang berbeda-beda jika kita menanyakan ke masyarakat, terutama jika kita bertanya kepada masyarakat awam yang tidak mengerti apa-apa tentang hacker pasti mereka akan menjawab bahwa hacker ini merupakan seseorang yang jahat yang bisa merusak dan meretas suatu system yang ada dan mencuri suatu data dari suatu program yang ada, dan berbeda pengertian jika kita bertanya pada seseorang yang mengerti dan paham tentang hacker, mereka pasti akan menjawab secara lebih terbuka dengan mengunakan segala sapek yang telah mereka pelajari dan ketahui.

Hacker ini mempunyai beberapa kategori yang ada didalamnya :

  • Black Hat

Black hat merupakan suatu individu ataupun sekolompok orang yang mempunyai suatu keahlian yang begitu tinggi mengenai komputerisasi dan menguasai segalah bidang keamanan data yang ada di suatu program yang ada dikomputer dan black hat ini merupakan suatu kumpulan orang yang melakukan teknik peretasan yang tidak bersifat membangun dan meperbaiki suatu system tapi mereka mencari imbalan dalam hacking tersebut.

  • White hat

White hat ini berbanding terbalik dengan black hat, dimana white hat ini merupakan seseorang ataupun sekumpulan orang yang pada dasarnya mereka menguasai tentang teknik komputerisasi dan keamanan dalam suatu system yang ada dalam program di computer dengan tujuan mereka begitu baik, white hat ini mereka mencari tau tentang kelemahan dari suatu system dan mereka menguci seberapa kuat pertahanan dari suatu system yang ada dalam program tersebut.

  • Grey hat

Gray hat merupakan sesorang ataupu kelompok yang pada dasarnya mengusai teknik komputerisasi dan keaman program, gray hat ini merupakan seseorang yang termasuk dalam kedua kategori diatas, dimana dia bisa menyerang suatu system dan bisa juga memperbaiki suatu system yang ada

  • Suicide Hacker

Suisce hacker ini merupakan seseorang ataupun kelompok yag sudah tidak kenal takut lagi dalam menjalankan aksinya karena suicide hacker ini mempuyai visi utama untuk menyerang situs-situs vital yang ada, seperti situs kenegaraan dengan tujuan tyang menancam dan mereka tidak kenal takut dengan hokum yang akan dikenakan.

Contoh real dalam alternative computing yang terjadi sekarang yaitu :

  • Beberapa waktu lalu situs web dari suatu provider ternama di Indonesia Telkomsel di serang oleh sekelompok hacker, yang pada tujuan peretasan situs tersebut sekelompok hacker ini meretas tempilan utama yang ada dalam web telkomsel, mereka meretas halam utama dari situ telkomsel ini dengan  menulis “F*ck Telkomyet” (Bagaimana bagsa Indonesia mau maju kalo internet aja mahal” disini para hacker tersebut memprotes dengan makin mahalnya tariff internet dari telkomsel dan ini juga mewakili suara-suara rakyat yang ada di Indonesia yang semakin megeluh dengan makin mahalnya tariff internet yang ada di Indonesia.

 

Daftar Pustaka :

SAP Mata kuliah Media Baru dan masyarakat

https://www.google.co.id/amp/style.tribunnews.com/amp/2017/04/29/gara-gara-tarif-mahal-website-telkomsel-di-hack-begini-tulisan-kocak-si-hacker

Alternative Computing – Elisabeth Suci Nataly 14140003

HACKTIVISM SEMAKIN MARAK DILAKUKAN DI INDONESIA

Alternative computing merupakan genre yang bergerak dalam bidang komputasi. Pelaku alternative computing biasanya praktisi IT atau seseorang yang memilki kemampuan dalam bidang computer. Genre ini memiliki tujuan ideal bukan untuk kepentingan kelompok sendiri. Kegiatan alternative computing pun beragam seperti hacking, merancang atau mengkonfigurasi ulang infrastruktur dan lain sebagainya.

Hacking merupakan aktivitas yang kerap kali kita temukan di lingkungan sosial. Istilah “hacktivism” mengacu pada sebuah inisiatif dan kegiatan yang berfokus pada tindakan melakukan “hacking” karena atau untuk alasan tertentu (Indrajit. 2008.hlm 2). Hacktivism adalah proyek atau gerakan yang menggunakan teknologi komputer sebagai bentuk proses dan penolakan terhadap keluaran politik dan budaya. Pelaku dalam aktivitas hacking ini adalah hacker, mereka memilki kemampuan dalam bidang komputer dan juga memiliki keahlian untuk membuat dan membaca program tertentu. Hacker memiliki konotasi yang buruk di mata masyarakat, tetapi sesungguhnya tidak semua hacker melakukan aksi yang merugikan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, terdapat 4 kategori hacker menurut “wilayah kerja”, sebagai berikut :

  1. Black Hat Hacker

Sering disebut kracker , jenis hacker ini menggunakan kemampuan mereka untuk melakukan hal-hal yang merusak yang melanggar hukum

  1. White Hat Hacker

Kebalikan dari Black Hat Hacker. White Hat Hacker merupakan hacker yang menggunakan kemampuannya di jalan yang benar untuk menghadapi Blach Hat Hacker. White Hat Hacker biasanya adalah seorang professional yang bekerja pada perusahaan keamanan misalnya sebagai security analys, security consultant, dan lain sebagainya

  1. Grey Hat Hacker

Jenis Hacker yang bergerak di area abu-abu ini berada antara baik dan jahat, mereka adalah White Hat Hacker tetapi mereka juga bisa berubah menjadi Black Hat Hacker

  1. Suicide Hacker

Hacker yang berani mati dan tidak khawatir terhadap ancaman hukum sehingga ia bebas melakukan apa saja tanpa memperdulikan hukuman apa yang nantinya ia terima

Hacking bersifat netral pada awalnya, tetapi cara penggunaan atau tujuan pelaku hacking tersebut yang menjadikannya Black Hat (Negatif) atau White Hat (positif).

Alternative Computing memiliki rentang aktivitas yang termasuk tetapi tidak terbatas pada hacking saja, dapat berupa file sharing, open source, dan lain-lain. Namun, aktivitas alternative computing yang paling sering dijumpai adalah hacking yaitu meretas atau menerobos komputer seseorang atau pihak lain. Seperti  yang terjadi pada tanggal 15 April 2004 silam, seorang peretas kawakan dengan inisial Xnuxer atau juga kadang dikenal dengan nama Schizoprenic berhasil temukan lubang di situs TNP-KPU. Dia melakukan uji coba terhadap sistem keamanan di situs Tnp.Kpu.go.id dengan menggunakan XSS (cross site scripting) dari IP 202.158.10.117. Setelah berhasil temukan kelemahan di situs tersebut, pada tanggal 16 April 2004, Xnuxer berhasil menembus sisi pengaman website itu dengan menggunakan SQL Injection.

Dani Firman Syah

Untitled.png
Dia mengubah nama-nama partai yang ada di dalam database TNP-KPU dengan nama buah-buahan. Akhirnya, pada tanggal 21 April 2004 pukul 14.30 WIB, dia tangkap Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya dan resmi di tahan pada tanggal 24 April 2004 sekitar pukul 17:20 di Jakarta.

Xnuxer yang memiliki nama asli Dani Firman Syah ini harus menjalani hukuman di dalam penjara selama 6 bulan 21 hari.  Dani mengaku meng-hack situs tersebut hanya karena ingin mengetes sistem keamanan server tnp.kpu.go.id, yang dsebut-sebut mempunyai sistem pengamanan berlapis-lapis. Motivasi Dani melakukan serangan ke website KPU yaitu Dani merasa tertantang dengan pernyataan Ketua Kelompok Kerja tim TI KPU Chusnu Mar’iyah disebuah tayangan televise yang memperingatkan kepada tim TI KPU seharga Rp 125 miliar itu ternyata tidak aman.

Meskupun kegiatan itu hanya iseng, polisi tetao menilai tindakan Dani telah melanggar hukun danmenimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi dan menghancurkan atau merusak barang. Undang-undang tentang cybercrime belum ada, maka Dani dikenakan UU No. 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi.

Penangkapan Dani Firman syah ini pun menuai pro dan kontra, untuk kalangan tertentu terlebih praktisi IT tindakan Dani dianggap tidak melanggar hukum, karena ia menunjukkan kelemahan sistem keamanan KPU sehingga KPU dapat meningkatkan sistem keamanan websitenya tersebut. Donny B.U, pengamat Telematika dan coordinator ICT Watch pu beranggapan bahwa kasus peretasan ini merupakan kelalaian KPU dalam menjamin keamanan sistem milik umum tersebut. Donny pun mengatakan bahwa teknik yang dilakukan Dani pun merupakan teknik umum yang sudah sering dilakukan, tetapi teknik tersebut masih mampu menerobos sistem keamanan KPU.

Dari kasus diatas dapat dikatakan bahwa, aktivitas hacking yang dilakukan Dani Firman Syah termasuk dalam kategori Grey Hat Hacker karena tindakan yang mulanya iseng untuk melihat sistem keamanan website KPU yang dikatakan berharga ratusan miliar yang  ternyata dapat diretas. Aksi ini pun menunjukkan kelemahan sistem tersebut dan KPU pun dapat memperketat sistem keamanan website tersebut. Sehingga lewat hacking yang dilakukan Dani justru membawa perubahan yang baik untuk KPU sehingga mereka dapat menjaga dan meperketat sistem keamanan milik KPU. Tetapi aksi yang dilakukan Dani ini pun melanggar etika karena meretas sistem keamaanan website pemerintah. Oleh sebab itu, Dani tetap dikenakan sanksi hukuman yang berlaku.

Dengan contoh kasus diatas, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya istilah “hacker” di mata praktisi teknologi informasi dan internet tersebut sebenarnya bersifat netral. Namun kesalahpahaman definisi yang menjadi persepsi masyarakat menempatkan isitlah “hacker” pada suatu pengertian bernuansa negative, sehingga seringkali kegiatan hacktivism dianggap sebagai tindakan criminal yang senantiasa melawan hukum. Melalui sosialisasi yang tepat dan strategi yang baik, keberadaan para individu hacker yang berkembang di masyarakat dapat dijadikan sebagai sebuah kesempatan untuk meningkatkan kinerja keamanan beraneka ragam sistem komputer yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia agar terhindar dari serangan dan penetrasi pihak luar yang dapat merugikan bangsa dan Negara.

 

DAFTAR PUSTAKA

Leah A. Lievrouw.(2011).Alternative and Activist New Media: Digital Media and Society Series..Polity Press,Cambridge

Prof. Richardus Eko Indrajit.2008. Fenomena Hactivism dan Permasalahannya.

http://www.idsirtii.or.id/doc/IDSIRTII-Artikel-hacktivisim.pdf

https://www.merdeka.com/teknologi/9-kasus-peretasan-di-wilayah-indonesia/xnuxer-aka-schizoprenic.html

http://www.okezone.web.id/2016/03/

Alternative Computing – Stephanus 14140063

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang alternative computing, dimana salah satunya adalah kegiatan hacktivism. Hacktivism adalah gerakan yang menggunakan computer sebagai protes atas kebijakan pemerintah, social dan politik.  Dalam sistem computer terdapat 2 posisi yang dijadikan sebagai aktivis pengguna  sebagai hacker dan cracker. Hacker adalah seseorang yang berusaha ingin memperbaiki system yang lemah agar menjadi lebih baik sedangkan cracker adalah orang yang merusak system tersebut untuk kegiatan yang buruk atau jahat.

Jadi seorang hacker tersebut adalah orang baik yang berusaha untuk memperbaiki sistem demi kebaikan bersama. Lalu cracker adalah perusak – perusak yang tidak bertanggung jawab dengan apa yang diperbuatnya dalam satu sistem tersebut. Bisa dikatakan kalau mereka hanya iseng dan membuat kekacauan. Berawal dari suatu keisengan Hacker dan Cracker tumbuh menjadi personal yang sangat diperhatikan dan diawasi oleh pemerintah.

Menurut tingkatannya, komputasi mempunyai kategori sebagai berikut :

Black Hats, merupakan individu/kelompok yang mempunyai keahlian tinggi di bidang keamanan komputer dan memiliki motivasi untuk melakukan tindakan hacking pada sistem komputer dengan mendapatkan imbalan atas tindakannya tersebut.

White Hats, merupakan individu/kelompok yang bertugas untuk menjaga keamanan sebuah sistem komputer agar dapat terhindar dari tindakan-tindakan yang mungkin saja dapat merugikan dari pihak-pihak lain. Hacker ini biasanya lebih dikenal dengan sebutan security analys. Biasa mereka hanya mengetes seberapa kuat pertahanan suatu program agar tidak dibobol oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

Gray Hats, merupakan individu/kelompok yang terkadang melakukan tindakan penyerangan / offensive terhadap suatu sistem, namun juga terkadang melakukan tindakan pengamanan / defensive terhadap suatu sistem yang terkait dengan keamanan jaringan. Jadi tingkatan ini berada ditengah – tengah antara White Hats dan Black Hats, dengan kata lain Grey Hat dapat berubah – ubah tergantung kondisi dan lingkungan yang dialaminya.

Selain ketiga kategori diatas, terdapat salah satu personal yang lebih dikenal sebagai Suicide Hackers, dimana individu/kelompok tersebut yang mempunyai visi utama untuk menyerang obyek-obyek vital kenegaraan untuk tujuan tertentu dan tidak khawatir dengan ancaman hukuman yang mengincarnya. Level ini menurut saya merupakan level yang paling tinggi karena sudah tidak memiliki rasa takut sama sekali dengan resiko yang akan ditanggungnya nanti.

Pada tanggal 28 Agustus 2016, Situs Resmi www.mui.or.id diretas oleh hacker, dimana terdapat kata – kata yang membuat masyarakat menjadi resah. F**k ISIS, merupakan kata kasar yang  uncul di halaman utama website resmi MUI tersebut. Jika tulisan tersebut di klik maka kita akan diarahkan ke halaman yang berisi hujatan kepada kelompok ISIS.

Berikut isi dari halaman tersebut : “Islamic State Army Members : SAHARA H4xOR # Thex@b1 The Prophet S.A.W said, you will invade the Arabian Peninsula and Allah will grant it (to you). Then (you will invade) Persia and Allah will grant it (to you). Then, you will invade Rome and Allah will grant it (to you). Then, you will invade The Dajjal and Allah will grant him (to you). F**k!!!!”

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam mengatakan bahwa peretasan ini pertama kalinya terjadi pada situs Majelis Ulama Indonesia. Dia pun juga baru mengetahui kalau situs MUI diretas oleh hacker. Asrorun menambahkan pihaknya akan segera melakukan perbaikan karena tidak ingin penyampaian informasi kepada umat terganggu. Perbaikan tidak membutuhkan waktu lama, terbukti hari ini situs resmi Majelis Ulama Indonesia sudah bisa diakses kembali.

Contoh dari hackers lainnya yang masih hangat dijadikan pembicaraan adalah munculnya video mesum yang terjadi melalui salah satu media videotron di Jalan Iskandarsyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Videotron mesum yang berdurasi selama kurang lebih 10 menit tersebut memperlihatkan sebuah adegan yang dinilai mesum dan merupakan sebuah aktivitas hacking yang dilakukan oleh hacker. Dimana hacker mengambil alih system dengan cara mengirimkan virus ke sebuah aplikasi yang biasa digunakan oleh PT Transito Adiman Jati untuk menampilkan suatu video.

Virus dikirimkan dan kemudian disambungkan secara otomatis ke situs yang menampilkan video porno. Password juga dikuasai oleh si hacker sehingga mereka tidak dapat melakukan apa – apa. Videotron yang menampilkan video mesum tersebut ditaruh didekat kantor walikota Jakarta Selatan. Dan saat ini masih belum diketahui apa motif dibalik tindakan tersebut. Karena saat ini hacker yang menjadi pelaku pembobol videotron mesum tersebut belum menuntut apa pun.

Seorang hackers sangat membahayakan dan merugikan banyak pihak. Jika dilihat dari dua contoh diatas, hackers sangat merugikan pihak – pihak yang berkaitan. Sedangkan menurut teori yang kita tahu, seorang hackers biasanya mempunyai tujuan untuk memprotes sesuatu yang tidak mereka sukai melalui sistem jaringan komputer. Melalui kejadian yang dilakukan oleh seorang hackers, mereka memiliki tujuan dan result yang masing – masing berbeda, namun pada dasarnya Hackers menggunakan kemampuannya sebagai bentuk protes atas apa yang dilakukan oleh pihak – pihak yang berkuasa yang merugikan keberadaannya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Alternatif and Activist New Media, Leah A. Lievrouw, Polity Press, USA (2011).

https://jalantikus.com/news/11527/situs-mui-di-hack/

http://tekno.kompas.com/read/2016/10/02/16100057/begini.cara.kerja.hacker.videotron.porno.di.jakarta