Alternative Computing – Stephanus 14140063

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang alternative computing, dimana salah satunya adalah kegiatan hacktivism. Hacktivism adalah gerakan yang menggunakan computer sebagai protes atas kebijakan pemerintah, social dan politik.  Dalam sistem computer terdapat 2 posisi yang dijadikan sebagai aktivis pengguna  sebagai hacker dan cracker. Hacker adalah seseorang yang berusaha ingin memperbaiki system yang lemah agar menjadi lebih baik sedangkan cracker adalah orang yang merusak system tersebut untuk kegiatan yang buruk atau jahat.

Jadi seorang hacker tersebut adalah orang baik yang berusaha untuk memperbaiki sistem demi kebaikan bersama. Lalu cracker adalah perusak – perusak yang tidak bertanggung jawab dengan apa yang diperbuatnya dalam satu sistem tersebut. Bisa dikatakan kalau mereka hanya iseng dan membuat kekacauan. Berawal dari suatu keisengan Hacker dan Cracker tumbuh menjadi personal yang sangat diperhatikan dan diawasi oleh pemerintah.

Menurut tingkatannya, komputasi mempunyai kategori sebagai berikut :

Black Hats, merupakan individu/kelompok yang mempunyai keahlian tinggi di bidang keamanan komputer dan memiliki motivasi untuk melakukan tindakan hacking pada sistem komputer dengan mendapatkan imbalan atas tindakannya tersebut.

White Hats, merupakan individu/kelompok yang bertugas untuk menjaga keamanan sebuah sistem komputer agar dapat terhindar dari tindakan-tindakan yang mungkin saja dapat merugikan dari pihak-pihak lain. Hacker ini biasanya lebih dikenal dengan sebutan security analys. Biasa mereka hanya mengetes seberapa kuat pertahanan suatu program agar tidak dibobol oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

Gray Hats, merupakan individu/kelompok yang terkadang melakukan tindakan penyerangan / offensive terhadap suatu sistem, namun juga terkadang melakukan tindakan pengamanan / defensive terhadap suatu sistem yang terkait dengan keamanan jaringan. Jadi tingkatan ini berada ditengah – tengah antara White Hats dan Black Hats, dengan kata lain Grey Hat dapat berubah – ubah tergantung kondisi dan lingkungan yang dialaminya.

Selain ketiga kategori diatas, terdapat salah satu personal yang lebih dikenal sebagai Suicide Hackers, dimana individu/kelompok tersebut yang mempunyai visi utama untuk menyerang obyek-obyek vital kenegaraan untuk tujuan tertentu dan tidak khawatir dengan ancaman hukuman yang mengincarnya. Level ini menurut saya merupakan level yang paling tinggi karena sudah tidak memiliki rasa takut sama sekali dengan resiko yang akan ditanggungnya nanti.

Pada tanggal 28 Agustus 2016, Situs Resmi www.mui.or.id diretas oleh hacker, dimana terdapat kata – kata yang membuat masyarakat menjadi resah. F**k ISIS, merupakan kata kasar yang  uncul di halaman utama website resmi MUI tersebut. Jika tulisan tersebut di klik maka kita akan diarahkan ke halaman yang berisi hujatan kepada kelompok ISIS.

Berikut isi dari halaman tersebut : “Islamic State Army Members : SAHARA H4xOR # Thex@b1 The Prophet S.A.W said, you will invade the Arabian Peninsula and Allah will grant it (to you). Then (you will invade) Persia and Allah will grant it (to you). Then, you will invade Rome and Allah will grant it (to you). Then, you will invade The Dajjal and Allah will grant him (to you). F**k!!!!”

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam mengatakan bahwa peretasan ini pertama kalinya terjadi pada situs Majelis Ulama Indonesia. Dia pun juga baru mengetahui kalau situs MUI diretas oleh hacker. Asrorun menambahkan pihaknya akan segera melakukan perbaikan karena tidak ingin penyampaian informasi kepada umat terganggu. Perbaikan tidak membutuhkan waktu lama, terbukti hari ini situs resmi Majelis Ulama Indonesia sudah bisa diakses kembali.

Contoh dari hackers lainnya yang masih hangat dijadikan pembicaraan adalah munculnya video mesum yang terjadi melalui salah satu media videotron di Jalan Iskandarsyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Videotron mesum yang berdurasi selama kurang lebih 10 menit tersebut memperlihatkan sebuah adegan yang dinilai mesum dan merupakan sebuah aktivitas hacking yang dilakukan oleh hacker. Dimana hacker mengambil alih system dengan cara mengirimkan virus ke sebuah aplikasi yang biasa digunakan oleh PT Transito Adiman Jati untuk menampilkan suatu video.

Virus dikirimkan dan kemudian disambungkan secara otomatis ke situs yang menampilkan video porno. Password juga dikuasai oleh si hacker sehingga mereka tidak dapat melakukan apa – apa. Videotron yang menampilkan video mesum tersebut ditaruh didekat kantor walikota Jakarta Selatan. Dan saat ini masih belum diketahui apa motif dibalik tindakan tersebut. Karena saat ini hacker yang menjadi pelaku pembobol videotron mesum tersebut belum menuntut apa pun.

Seorang hackers sangat membahayakan dan merugikan banyak pihak. Jika dilihat dari dua contoh diatas, hackers sangat merugikan pihak – pihak yang berkaitan. Sedangkan menurut teori yang kita tahu, seorang hackers biasanya mempunyai tujuan untuk memprotes sesuatu yang tidak mereka sukai melalui sistem jaringan komputer. Melalui kejadian yang dilakukan oleh seorang hackers, mereka memiliki tujuan dan result yang masing – masing berbeda, namun pada dasarnya Hackers menggunakan kemampuannya sebagai bentuk protes atas apa yang dilakukan oleh pihak – pihak yang berkuasa yang merugikan keberadaannya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Alternatif and Activist New Media, Leah A. Lievrouw, Polity Press, USA (2011).

https://jalantikus.com/news/11527/situs-mui-di-hack/

http://tekno.kompas.com/read/2016/10/02/16100057/begini.cara.kerja.hacker.videotron.porno.di.jakarta

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s