Participatory Journalism – Pesak Novel 14130286

Seperti yang telah kita ketahui bahwa media baru semakin merambah kesegalah bidang dan media baru itu sendiri merupakan suatu kata yang merupakan suatu istilah tunggal yang dalam penggunaanya kurang lebih enam puluh tahun, dalam pengunaannya kata media baru ini begitu sering dikaitkan dengan media komunikasi yang pada manfaatnya untuk memberikan indormasin menyapaikan informasi kepada public.

Dengan adanya media baru ini membuat suatu gerakan-gerakan perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita dan salah satu genre yang ada yaitu participatory jurnalisme merupakan kegiatan jurnalistik yang dalam pemberitaannya bukan dilakukan oleh seorang wartawan tetapi ini merupaka salah satu bentuk partisipasi dari warga dalam karya jurnalistik dengan kemauan sendiri tanpa paksaan, dalam kegiatan ini biasanya participatory jurnalism ini memberitakan kejadian yang ada sekitarnya secara real time sehingga berita yang diterima masih hangat dan merupakan kejadian yang terjadi pada saat itu juga, setiap perubahan atau tindakan yang diambil pasti ada dampak positif dan negatif, dalam kasus ini media baru membuat jurnalisme di media baru ada beberapa sisi postif dan negatifnya.

Berkaitan dengan pembahasan Participatory Journalism ada tiga perspektif dalam media baru yaitu Utopian. Dystopian, & Technorealism.

  1. Utopian

Utopian merupakan perspektif terbuka dengan kehadiran media baru, dengan adanya media baru tersebut khalayak menjadi terbuka dan menerima segala sisi dari sisi berita yang mereka terima atau diberitakan, pada intinya dalam perspektif Utopian ini khalayak atau publik dengan begitu terbukannya menerima segalah informasi yang mereka dapat dari mana pun entah itu informasi yang benar atau tidak dan tidak memperhatikan ataupun mencerna informasi yang mereka dapat lebih baik lagi.

2          Dystopian

Dystopian ini merupakan perspektif yang negatif atau kebalikan dari utopian yang dimana dalam perspektif dystopian ini publik selalu mengartikan negativ terhadap semua pemberitaan ataupun informasi-informasi yang ada  didalam media, karena dalam perspektif dystopian ini publik atau khalayak selalu beranggapan bahwa semua informasi ataupun berita yang ada didalam media itu benar adanya sehingga yang terjadi dalam perspetif ini publik atau khalayak memiliki kecenderungan yang sinis terhadap media atau bisa disebut dengan anti media.

  1. Technorealism

Technorealism yang lebih dikenal dengan salah satu perspektif yang bersifat netral yang tidak ada keberpihakan secara terbuka maupun negativ, dalam perspektif ini kita bisa melihat jika merupakan jalut tenga antara perspektif Utopian dan perspektif Dystopian. Media baru membawa dampak yang baik dalam beberapa aspek yang ada seperti aspek sosial, politik dan negativ tetapi tetap kritis terhadap dampak negativ dari adanya teknologi tersebut, yang pada intinya perspektif technorealism ini publik ataupun khalayak lebih berfikir realistis terhadap suatu pemberitaan ataupun informasi yang diterima dari media.

Dalam participatory journalism ini terdapat kegiatan yang ada didalamnya seperti yang kita tau jurnalisme warga atau yang biasa disebut dengan citizen journalism, hal ini membawa dampak yang positiv dan negativ yang ada didalamnya karena apa yang diberitakan oleh seorang citizen journalism ini belum tentu benar adanya karena mereka ini bukan berada dalam kalangan wartawan profesional sehingga masih peru diragukan juga tentang pemberitaannya.

–           Dampak Positiv

Partisipan dalam kegiatan jurnalistik ini tentunya bisa dibilang sangat membantu terhadap media dalam pemberitaan ataupun mendapatkan berita dengan begitu cepat dan terupdate karena setiap indivdu yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan jurnalistik ini mereka memberikan pemberitaan dalam bentuk foto dan video mengenai kejadian yang terjadi disekitar mereka, jadi meskipun media tidak berada ditempat tetapi mereka mempunya bukti kongkrit yang berupa foto ataupun video.

–           Dampak Negativ

Dampak negativ yang kita bisa rasakan ataupun lihat dari berita yang didapatkan dari warga biasa yang bukan wartawan yaitu biasanya masih kurang bisa untuk dipercaya karena bisa saja bersifat hoax atau palsu karena tingakat kepercayaannya begitu masih belum bisa dipercaya apalagi yang melakukan pemberitaan orang-orang yang tidak begitu paham dengan dunia jurnalistik.

Ada beberapa istilah yang dikaitkan dengan konsep Citizen Journalism. Public journalism, Advocacy Journalism, Participatory Journalism, Participatory Media, Open Source Reporting, Distributed Journalism, Citizens Media, Grassroot Journalism, sampai We-media.

(J.D. Lasica, dalam Online Journalism Review. 2003), mengategorikan media Citizen Journalism ke dalam 5 tipe yaitu :

  1.  Audience participation (seperti komenter user yang diattach pada kisah-kisah berita, blog-blog pribadi, foto, atau video footage yang diambil dari handycam pribadi, atau berita lokal yang ditulis oleh anggota komunitas)
  2. Situs web berita atau informasi independen (Consumer Reports, Drudge Report)
  3.  Situs berita partisipatoris murni (OhmyNews)
  4.  Situs media kolaboratif (Slashdot, Kuro5hin)
  5.  Bentuk lain dari media ‘tipis’ (mailing list, newsletter, e-mail)
  6. Situs penyiaran pribadi (situs penyiaran video, seperti KenRadio)

Steve Outing pernah mengklasifikasikan bentuk-bentuk citizen journalism sebagai berikut:

  1. Citizen journalism membuka ruang untuk komentar publik. Dalam ruang itu, pembaca atau khalayak bisa bereaksi, memuji, mengkritik, atau menambahkan bahan tulisan jurnalisme profesional. Pada media cetak konvensional jenis ini biasa dikenal dengan surat pembaca.
  2. Menambahkan pendapat masyarakat sebagai bagian dari artikel yang ditulis. Warga diminta untuk ikut menuliskan pengalamannya pada sebuah topik utama liputan yang dilaporkan jurnalis.
  3. Kolaborasi antara jurnalis profesional dengan nonjurnalis yang memiliki kemampuan dalam materi yang dibahas. Tujuannya dijadikan alat untuk mengarahkan atau memeriksa keakuratan artikel. Terkadang profesional nonjurnalis ini dapat juga menjadi kontributor tunggal yang menghasilkan artikel tersebut.
  4. Bloghouse warga. Bentuknya blog-blog gratisan yang dikenal, misalnya ada  wordpress,  blogger, atau  multiply. Melalui blog, orang bisa berbagi cerita tentang dunia, dan bisa menceritakan dunia berdasarkan pengalaman dan sudut pandangnya.
  5. Newsroom citizen transparency blogs. Bentuk ini merupakan blog yang disediakan sebuah organisasi media sebagai upaya transparansi. Dalam hal ini pembaca bisa melakukan keluhan, kritik, atau pujian atas apa yan ditampilkan organisasi media tersebut.
  6. Stand-alone citizen journalism site, yang melalui proses editing. Sumbangan laporan dari warga, biasanya tentang hal-hal yang sifatnya sangat lokal, yang dialami langsung oleh warga. Editor berperan untuk menjaga kualitas laporan, dan mendidik warga (kontributor) tentang topik-topik yang menarik dan layak untuk dilaporkan.
  7. Stand-alone citizen journalism, yang tidak melalui proses editing.
  8. Gabungan stand-alone citizen journalism website dan edisi cetak.
  9. Hybrid: pro + citizen journalism. Suatu kerja organisasi media yang menggabungkan pekerjaan jurnalis profesional dengan jurnalis warga.
  10. Penggabungan antara jurnalisme profesional dengan jurnalisme warga dalam satu atap. Website membeli tulisan dari jurnalis profesional dan menerima tulisan jurnalis warga.
  11. Model  Wiki. Dalam Wiki, pembaca adalah juga seorang editor. Setiap orang bisa menulis artikel dan setiap orang juga bisa memberi tambahan atau komentar terhadap komentar yang terbit (Yudhapramesti, 2007).

Contoh Kasus :

Kegiatan citizen jurnalistik yang kita bisa lihat paling mudah itu disekitar kita seperti di media sosial yang contohnya pada saat aksi demo yang terjadi dimonas, dalam media sosial kita begitu banyak terjadi kegiatan citizen journalism yang ikut memberitakan merita kejadian yang ada pada saat itu dan mungkin beberapa pemberitaan belum ditanyangkan televisi. Dan karena adanya citizen journalism ini membuat segala berita itu semakin cepat untuk diketahui dan tak perlu menunggu pemberitaan di media massa, Ini membuat suatu gebrakan baru buat Indonesia dimana setiap masyarakat dapat berpartisipasi langsung dalam memberikan pemberitaan.

Daftar Pustaka :

SAP Mata Kuliah Media baru dan Masyarakat

http://www.kompasiana.com/jojowulan/citizen-journalism-apa-dan-bagaimana_550ffe8a813311af36bc6061

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s