Alternative Computing – Septian Hadinata 14140094

Alternative Computing merupakan sebuah aktivitas yang didalamnya menyangkut mengenai Hacktivism. Hacktivism sendiri adalah aktivitas penyerangan oleh hacker yang dimotivasi oleh simpati tertentu. Hal semacam ini muncul bila aktivis sosial maupun politik menggabungkan kemampuan menyerang yang dimiliki dan menggunakannya untuk kepentingan menarik simpati lebih besar atau unjuk rasa lewat internet. Intinya adalah suatu bentuk tindakan protes atau penolakan terhadap suatu budaya ataupun politik, tujuannya pun ada yang untuk memperbaiki ataupun merusak

Hacktivism
Para hacker aliran ini tidak membobol demi uang. Mereka membobol karena tidak sepaham dengan korban mereka.

Contoh kegiatan hacktivism adalah serangan DDoS–pengiriman data bertubi-tubi sehingga sebuah server situs web kewalahan melayani sehingga akhirnya berhenti bekerja–terhadap PayPal dan MasterCard pada bulan Desember karena kedua layanan finansial itu mengeblok transfer uang dari pengguna mereka ke WikiLeaks.

 Perangkat pintar
Popularitas ponsel pintar atau perangkat bergerak lain, seperti iPad, yang terhubung ke internet merupakan “mainan” baru bagi para penjahat. Target utama mereka, menurut perusahaan keamanan asal SecureWorks, adalah transaksi perbankan yang dilakukan lewat ponsel pintar atau perangkat pintar lain.

Dalam dunia nyata, tindakan hacking tentu lebih dominan untuk merusak dibandingkan memperbaiki. Para hacker ini juga memiliki tingkatan tertentu, dimulai dari White-Hat, Gray-Hat, dan juga Black-Hat. apakah yang dimaksud dengan ketiga hal tersebut ?

White-Hat

Hacker tipe ini, memiliki maksud yang baik, mereka bertujuan untuk memperbaiki dan menguji suatu keamanan system computer yang ada dan tidak merusak komponen di dalam computer tersebut.

Gray-Hat

Kalau hacker yang satu ini, bersifat tentative, tidak bisa kita pastikan tujuan mereka untuk niatan baik atau sebaliknya, karena mereka tekadang bertujuan menjaga suatu system tetapi di sisi lain mereka juga terkadang merusak system yang sudah ada.

Black-Hat

Jelas jika hacker ini di istilahkan “Black” karena mereka memiliki maksud untuk merusak, membobol, ataupun menghancurkan sebuah file-file penting yang ada di dalam system tersebut.

Suicide-Hacker

Hacker ini adalah tingkat yang paling berbahaya, karena mereka tidak segan – segan untuk melakukan pencurian data, mengambil alih, mereka juga tidak takut untuk menyerang objek kenegaraan. Para Hacker ini pun juga tidak takut akan pasal hukum, ancaman perdata maupun pidana yang akan menjerat mereka.

Dalam penggunaan umum, Hacker adalah seseorang yang menerobos masuk ke dalam komputer, biasanya dengan memperoleh akses ke kontrol administratif. Beberapa berpendapat bahwa hacker,digambarkan sebagai orang yang menerobos masuk ke dalam komputer dengan cara menerobos sistem keamanannya.di dunia ada komunitas hacker.komunitas hacker ini adalah komunitas orang yang memiliki minat besar dalam pemrograman komputer, sering menciptakan perangkat lunak open source. Orang-orang ini sekarang mengacu pada cyber-kriminal hacker sebagai “cracker”.
• Hacktivist ; hacktivis adalah hacker yang menggunakan teknologi untuk mengumumkan pandangan sosial, ideologi, agama, atau pesan politik.Dalam kasus yang lebih ekstrem, hacktivism digunakan sebagai alat untuk cyberterrorism.
• Hacking komputer ; Hacking komputer merupakan Sebuah contoh umum dari eksploitasi keamanan dengan cara injeksi SQL,melalui lubang keamanan yang mungkin disebabkan dari praktik pemrograman bawah standar. Eksploitasi lain akan dapat digunakan melalui FTP, HTTP, PHP, SSH, Telnet dan beberapa halaman web.

KESIMPULAN

Pada akhirnya Aktivitas Hacktivism sebenarnya tergantung kepada diri hacker sendiri, keputusan apa yang akan ia ambil, akan kan condong kepada hal negative ataupun positif. Para Hacker hanya ingin menyampaikan maksud mereka yang tidak dapat mereka sampaikan di dunia nyata, sehingga mereka menggunakan kemampuan mereka dalam mengoperasikan teknologi dan menuangkan bentuk protes mereka ke dalam Aktivitas Hacking ini dengan harapan bentuk protes mereka akan dijawab oleh orang yang mereka tuju, entah itu dalam hal politik, budaya, atau apapun. Para Hacker ini hanya perlu jawaban dari bentuk protes mereka mengenai suatu hal,

Contoh :

Untitled.png

Merdeka.com – Hebohnya masalah yang muncul akibat salah pemilihan kata oleh Instagram tidak hanya mendapatkan kritik dari penggunanya, hacktivist Anonymous juga dikabarkan ikut meramaikannya.

Setelah merebaknya kabar mengenai rencana penjualan serta membuat foto-foto penggunanya menjadi lahan uang, pengguna Instagram bereaksi dengan cepatnya. Tidak hanya mengirimkan email, banyak juga yang mengungkapkan kekecewaannya melalui Twitter.

Dari banyaknya hashtag yang muncul bertemakan Instagram, ada satu hashtag yang populer yaitu #boycottinstagram. Karena hashtag ini ternyata juga digunakan oleh Anynomous, dalam waktu beberapa jam saja, twit dan hashtag yang dibuatnya di-retweet oleh lebih dari 500 orang.

Untitled.png
Walaupun belum berencana untuk meluncurkan serangan ke Instagram, namun seperti yang dilansir Mashable (18/12), Anonymous cukup kecewa dengan kebijakan tersebut.

Karena merasa banyak kritik dan respon negatif dari banyak pihak terutama penggunanya, akhirnya Instagram memberikan klarifikasi bahwa mereka melakukan salah pemilihan kata. Instagram tidak memiliki niatan untuk mengkomersialisasikan foto penggunanya.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

https://www.merdeka.com/teknologi/hacktivist-anonymous-ramaikan-penghujatan-instagram.html 

http://theculturejamming.blogspot.co.id/2016/11/respon-paper-alternative-computing-by.html

http://glosarium.org/hacking/arti/?k=hacktivism

 

http://karyagian.blogspot.co.id/2015/09/cyberspace-dan-hacktivism.html

Alternative Computing – Frederica Carissa 14140031

Hacktivism adalah penggunaan computer dan jaringan computer untuk mempromosikan tujuan-tujuan politik, pidato terutama gratis, hak asasi manusia, dan informatonethics. IT dilakukan dibawah premis bahwa pengunaan yang tepat dari teknologi dapat menghasilkan hasil yang sama dengan yang tindakan konvensional protesk aktivisme, dan penmbangkangan sipil istilah ini telah digunakan setidaknya sejak November 1995.

Definis dan implementasi dengan Cybercrim, Hactivism berbedan dengan Cyber-crime dari aksi non-fisiknya dapat menimbulkan kekerasan fisik di dunia nyata. Seorang hacktivist tidak melakukan aksi (Sekalipun illegal) untuk tujuan profit atau menciderai internet users atau individu dan kelompok yang berada di dunia nyata.

Hacktivsim secara definisi dimaknai sebagai aksi yang tidak menggunakan kekerasan fisik secara langsung namun menggunakan teknin hacking computer untuk tujuan politis.

Belum lama ini, Indonesia kembali digemparkan dengan berita mengenai Peretasan yang dilakukan kepada salah satu website provider ternama di Indonesia, Telkomsel.

Peretas mengganti layout , menulis kata-kata serta menyampaikan keluhannya tanpa mencuri data yang dimiliki oleh pengguna Telkomsel sendiri.

Untitled.png

Dalam aksi retas ini, hacker menyampaikan keluhannya mengenai harga kuota yang sangat mahal. Dalam aksinya peretas mengganti Nama Telkomsel menadji Telkomnyet, dan ketika anda menggogling Telkomsel yang keluar menjadi “F*** Telkomnyet” Hal ini, meresahkan pengguna Telkomsel dikarenakan mereka menganggap data yang mereka miliki yang diketahui provider akan tidak aman.

Namun peretasan ini bukan untuk merugikan pihak telkomsel, namun hanya dilakukan untuk menyampaikan keluhannya. Peretas juga meninggalkan pesan sebagai berikut

“Pegimane bangsa Endonesia mau maju kalo internet aja mahal. B*bi! Makan aja susah, apalagi beli kuota internet. Mony*t! Murahin harga kuota internet, Nyet!”

Peretas juga turut menuntut agar telkomsel menurunkan harga dari kuotanya, seperti yang kita tau saat ini juga, semenjak munculnya signal 4G. Banyak dari Provider Internet yang membagi paket kuota yang kita bayarkan.

Hal ini merugikan sebagian pihak masyarakat yang belum mendapatkan fasilitas Signal 4G.

Karena peretas hanya menyampaikan keluhan serta menuntut Provide Telkomsel agar memberikan harga yang jauh lebih murah dibandingkan yang lainnya.

Dalam kegiatan hacktivism kali ini, hacker termasuk dalam Grey Hat. Dimana Hacker tidak memiliki niat untuk merugikan dan mengambil data penting dari telkomsel. Hacker hanya melakukan peretasan untuk menyampaikan apa yang menjadi keluhannya. Hacker juga menyampaikan bagaimana seharusnya telkomsel memperbaiki diri agar masyarakat terus nyaman menggunakan internet dengan provider yang memiliki harga terjangkau.

Daftar Pustaka :

  1. S,Prameswari. Definition Hacktivism.edu. Diakses pada 10 May 2017. http://www.academia.edu/8458683/Definition_hacktivism
  2. Dal, Fajar. 2017. Diretas dan Dirubah Jadi Telkomnyet Begini Kata Telkomsel. co.id. Diakses pada 10 May 2017.

http://seleb.fajar.co.id/2017/04/28/diretas-dan-dirubah-jadi-telkomnyet-begini-kata-telkomsel/

 

Alternative Computing – Chindy Tanaya 14140380

“Kasus Website Sari Roti Dihacked”

Alternative Computing adalah salah satu genre media baru yang dikemukaan oleh Leah A.Lievrouw dikenal juga dengan istilah hacktivism yang merupakan aktivitas berkaitan dengan pemanfaatan teknologi komputer sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap kekuatan politik dan budaya (Leah A. Lievrouw,2011). Aktivitas Alternatif computing ini dapat berupa open source, file sharing dan menciptakan virus atau worm tetapi tujuannya affirmatif yaitu untuk tujuan yang ideal.

Adanya alternative computing ini karena para aktivis hacker ingin mengkritisi pembatasan kebebasan berbicara. Seharusnya akses internet milik semua orang dan seharusnya orang bebas untuk menggunakan internet. Pelaku hacktivism ini dapat bekerja baik secara mandiri ataupun dalam kelompok besar atau kecil.

Hacktivism sekarang ini dapat berkembang dan popular karena :

1.Biaya relatif murah

2.Bisa dilakukan di tempat terpencil asalkan ada akses internet

3.Bisa menggalang aksi yang lebih besar yaitu dari aksi online menjadi aksi offline.

4.Efeknya mudah terlihat

5.Menimbulkan sedikit resiko karena pelaku hacktivism susah dicari.

Jadi dapat disimpulkan bahwa alternative computing yang dimaksud pada genre ini yaitu aktivitas hacking yang ideal bahwa hacker yang baik adalah orang yang mengetahui apa yang dilakukannya, menyadari seluruh akibat dari apa yang dilakukannya, dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Sementara hacker yang jahat atau biasa disebut cracker adalah orang yang tahu apa yang dikerjakannya, tetapi seringkali tidak menyadari akibat dari perbuatannya dan ia tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah diketahui dan dilakukannya itu.

Seperti yang dikutip dari http://www.unma.ac.id/artikel-63-perbedaan-antara-hacker-dan-cracker.unma, inilah perbedaan hacker dan cracker :

>>Hacker adalah sebutan untuk orang atau sekelompok orang yang memberikan sumbangan bermanfaat untuk dunia jaringan dan sistem operasi, membuat program bantuan untuk dunia jaringan dan komputer. Hacker juga bisa di kategorikan perkerjaan yang dilakukan untuk mencari kelemahan suatu system dan memberikan ide atau pendapat yang bisa memperbaiki kelemahan system yang di temukannya.
>>cracker adalah sebutan untuk orang yang mencari kelemahan system dan memasukinya untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari system yang dimasuki seperti: pencurian data, penghapusan, dan banyak yang lainnya.
Berikut adalah contoh alternative computing :

Sumber berita : http://inet.detik.com/security/d-3368180/duh-situs-sari-roti-diretas

Sabtu, 10 Des 2016 16:57 WIB

Duh! Situs Sari Roti Diretas

Muhammad Alif Goenawan – detikInet

Untitled.png

Sumber : tekno.liputan6.com

Jakarta – Malang nian nasib Sari Roti. Belum habis perkara boikot yang diusung oleh sejumlah kalangan, kini situs resmi Sari Roti diobrak-abrik oleh seorang peretas berinisial 0x1999.

Dari pantauan detikINET, Sabtu sore (10/12/2016), situs yang beralamatkan di sariroti.com ini mendadak berubah tampilan. Dengan latar belakang berwarna hitam, di bagian atas tertulis nama Indonesia Code Party, yang diduga merupakan nama dari komplotan tempat peretas bergabung.

Tak hanya tampilan yang berubah, peretas juga mensisipkan lagu dangdut yang berjudul Bunga Dahlia ciptaan pedangdut ternama Irvan Mansyur S.

Meski situs telah diretas, peretas mengatakan bahwa semua data yang ada di dalamnya dalam keadaan baik-baik saja. “Hanya ganti tampilan. Tambal sistem Anda atau aku akan kembali. Aku cinta kamu admin,” begitulah kira-kira tulisan di dalamnya.

Entah apakah hacker yang mengerjai situs Sari Roti ini merupakan bagian dari kalangan yang sakit hati dengan Sari Roti atau bukan.

Sebelumnya, Sari Roti diancam akan diboikot oleh sejumlah kalangan lantaran merasa sakit hati atas klarifikasi yang diberikan PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk. terkait aksi bagi-bagi roti gratis di kala demo 2 Desember 2016 lalu.

Menurutnya, PT.Nippon Indosari Corpindo Tbk tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis murni diluar kebijakan dan tanpa seijin perusahaannya. (mag/mag)

Dari berita di atas dapat disimpulkan menurut pengertian hacktivism dari Leah A. Lievrow bahwa hal yang dilakukan adalah aktivitas hacktivism karena pelaku hacktivism ini tidak merusak dan mencuri data yang ada di website sari roti serta tidak mencari keuntungan untuk diri sendiri. Pelaku hacktivism yang menamai dirinya Indonesian Code Party ini melakukan aktivitas hacktivism untuk mengkritisi pihak dari Sari Roti.

Kejadian hacked website Sari Roti ini bertepatan dengan isu pada demo 212 yang beredar foto sari roti yang membagikan roti gratis dengan tulisan “gratis untuk mujahid” dan hal itu menjadi viral di dunia maya. Isu dari foto tersebut memberikan efek bagi masyarakat sehingga muncullah pro dan kontra akan hal itu hingga muncul berita untuk memboikot sari roti.

 Tujuan dari aktivitas hacktivism adalah untuk hal yang affirmative, mengenai contoh ini kegiatan hacked nya untuk tujuan ideal mengkritisi pihak Sari Roti agar memberikan penjelasan terkait isu yang beredar supaya masyarakat jelas dan mengetahui yang sebenarnya.

Pelaku hack yang menyebutkan sebagai Indonesian Code Party ini melakukan protes terhadap pihak sari roti yang membagikan roti gratis saat demo 212 lalu. Adanya aktivitas hack dan foto yang beredar inilah yang akhirnya membuat pihak sari roti yaitu PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk mengklarifikasi bahwa pihak sari roti tidak terlibat dengan aktivitas politik yang membagikan roti gratis.

Seperti dikutip dalam https://news.detik.com/berita/d-3364116/sari-roti-bantah-terlibat-bagi-bagi-roti-gratis-saat-aksi-2-desember. Saat aksi 2 Desember, banyak pedagang gerobak Sari Roti berjejer dan membagi-bagikan roti secara gratis alias tidak dipungut biaya. Pihak Sari Roti menyatakan aksi itu bukan dari mereka sebagai produsen.

“Dengan tidak mengurangi apresiasi kami atas Aksi Super Damai kemarin, dengan ini kami sampaikan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada diluar kebijakan dan tanpa seizin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk,” tulis mereka dalam keterangannya.

 

 Daftar Pustaka

http://inet.detik.com/security/d-3368180/duh-situs-sari-roti-diretas

Leah A. Lievrouw, Alternative and Activist New Media, Malden, MA: Polity Press, 2011, 200 pp.,

https://news.detik.com/berita/d-3364116/sari-roti-bantah-terlibat-bagi-bagi-roti-gratis-saat-aksi-2-desember

http://www.unma.ac.id/artikel-63-perbedaan-antara-hacker-dan-cracker.unma

 

 

 

Common Knowledge – Stephanus 14140063

Common Knowledge sendiri dalam bahasa inggris disebut sebagai pengetahuan umum, dimana didalamnya terdapat informasi dan hal-hal lain yang sangat berguna bagi kehidupan warga masyarakat. Seperti yang kita ketahui bahwa terdapat lima prinsip social suatu media baru diantaranya Choice,Conversation,Curation,Creation, dan Collaboration. Selain ke lima prinsip ini terdapat juga beberapa hal yang mendukung proses Common Knowledge ini seperti;

  1. Collaboration, dimana berperan menjadi bagian dari Common Knowledge. Masing-masing pribadi memiliki peranan yang penting dalam membagikan pengetahuan yang mereka ketahui, kolaborasi antar para pengguna serta masyarakat lain menjadi bernilai ketika mereka bekerjasama dalam pengumpulan dan pemberian informasi.
  2. Crowd Sourcing, memiliki arti sendiri yaitu sumber keramaian. Kaitan dari Crowd Sourcing dan Common Knowledge ini menjelaskan bagaimana suatu informasi tidak hanya didapat dari satu orang saja melainkan dari banyak orang, sehingga hal ini yang membentuk pandangan crowd Sourcing yang mendukung kinerja dari Common Knowledge itu sendiri.
  3. Commons atau yang lebih dikenal sebagai Commons Based Peer Production merupakan model baru yang bersifat inovatif dan kolaboratif. Melalui Commons ini pertukaran informasi dapat dilakukan dengan banyak orang tanpa adanya suatu batasan, biasanya melalui Platform Digital. (Lievrouw,2011)

Crowd Sourcing dapat kita pahami secara umum dan khusus. Secara umum Crowd Sourcing merupakan Perlibatan tanpa batas dalam pencarian informasi tanpa adanya perbandingan dengan memandang latar belakang pendidikan, agama dan status social. Difungsikan sebagai pemecah suatu masalah yang dilemparkan oleh individu-individu, institute perusahaan, organisasi baik dibayar atau secara cuma-cuma. Sedangkan secara khusus Crowd Sourcing merupakan solusi pemecahan suatu masalah dengan membiayai orang – orang yang mampu menyelesaikan masalahnya dengan biaya yang tergolong rendah sehingga menghemat biaya, efisien dan juga dapat ditangani secara cepat.

Wikipedia, merupakan salah satu contoh dari Common Knowledge yang paling mendominasi, namun dalam respond paper ini saya akan mencoba memberikan contoh yang lain yang juga merupakan suatu Common Knowledge dalam era saat ini, yaitu Zomato. Zomato merupakan suatu system yang berfungsi dalam mengumpulkan informasi terkait tempat – tempat makan yang berada didalam suatu Negara. Informasinya mencakup alamat restoran, menu, foto area, foto makanan, respond dan comment orang – orang yang sudah pernah kesana, serta terdapat rating yang disediakan oleh zomato sehingga memudahkan penggunanya dalam mencari informasi terkait tempat makan tersebut. Terdapat lebih dari 1 juta restoran yang ada didalamnya, lebih dari 120 juta orang yang memberikan informasi setiap bulannya, didukung dengan foto – foto yang diunduh sebanyak 30 juta dalam total, dan terdapat lebih dari 10 juta review tiap bulannya. Selain pencarian informasi tersebut, Zomato juga berfungsi sebagai layanan untuk melakukan pemesanan online atau Reservasi meja, jadi tanpa harus datang ke restoran untuk memesan meja kita sudah bisa langsung melakukan hal tersebut dimana saja, kapanpun hanya melalui system ini. Zomato tidak hanya melayani Negara-negara Asia Tenggara, melainkan hampir disetiap bagian Negara sehingga Zomato sangatlah fleksible untuk dapat diakses di manapun anda berada. Cukup dengan mengunduh aplikasi yang tersedia di GooglePlayStore untuk android dan Appstore untuk pengguna IOS.

Zomato didukung oleh beberapa orang yang berkompeten dalam pengumpulan informasi, diantaranya seperti Foodblogger, Food Photografer, Koki ternama, dan juga Pengamat makanan. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa orang – orang biasa juga bisa menaruh komentar ataupun saran mengenai restoran atau makanan yang ada didalam Zomato. Karena banyaknya pengguna gadget dan tingginya aktivitas internet, Zomato merupakan salah satu solusi yang disiapkan perusahaan dalam pemecahan suatu masalah, dimana dalah hal ini Zomato bertujuan untuk menjadi solusi terhadap individu-individu yang pernah mengalami pengalaman buruk dalam makan, sehingga Zomato merupakan salah satu bentuk Crowd Sourcing yang bergerak secara khusus demi kepentingan perusahaan itu sendiri.

Untitled.png

Untitled.png

Demikian respond paper saya mengenai Common Knowledge yang merupakan media baru genre ke lima menurut Leah A. Lievrouw dan sekaligus menjadi penutupan materi perkuliahan Media Baru & Masyarakat Semester 6. Semoga melalui pembahasan ini dapat membantu khalayak dalam mengetahui dan mencari tahu informasi sebagai salah satu dari bentuk common knowledge yang berkembang di zaman ini.

DAFTAR PUSTAKA

SAP Mata kuliah Media Baru dan Masyarakat, UBM ,Jakarta.

Alternatif and Activist New Media, Leah A. Lievrouw, Polity Press, USA (2011).

https://www.zomato.com/id/jakarta

https://www.zomato.com/about

 

Common Knowledge – Septian Hadinata 14140094

HUBUNGAN ANTARA GOOGLE TRANSLATE DAN COMMONS KNOWLEDGE

Commons Knowledge adalah genre yang berisikan mengenai ilmu pengetahuan umum yang dihubungkan dengan perkembangan media baru. Di jaman yang serba modern ini semua orang mampu mendapatkan informasi mengenai apa saja melalui internet, dengan kemudahan dalam mengakses tanpa terbatas ruang dan waktu, membuat orang-orang semakin nyaman menggunakan internet sebagai sarana untuk mencari pengetahuan baru. Tetapi tidak berarti semua yang di infokan melalui internet adalah benar adanya, karena semua tergantung tingkat kepercayaan seseorang ataupun tingkat kredibilitas dari isi suatu informasi di internet.

Didalam Commons Knowledge sendiri terdapat 5 hal yang mendasar, yaitu Choice, Conversation, Curation, Creation dan Collaboration. Kolaborasi berkaitan dengan pola perilaku yang berkembang di era digital dalam hal penelusuran, berbagi, dan penciptaan informasi secara kolaboratif. Tujuan kolaborasi tidak semata-mata pemecahan masalah tetapi juga dalam pencarian informasi. Partisipasi dalam kolaborasi online berkaitan dengan peer group dan minat individual.

Karakter dari genre ini dapat disebut sebagai “Ambisi Aleksandria” . Istilah ini berasal dari Library of Alexandria, yang merupakan koleksi terbesar dari naskah berbahasa Yunani dan tempat yang memuat semua pengetahuan yang tercatat dari peradaban kuno. Layaknya Google Translate saat ini, dimana orang-orang dapat memberikan kontribusi mengenai arti bahasa(menerjemahkan) antar Negara yang mereka ketahui. Untuk Google Translate sendiri bersifat volunteer dimana para kontributornya berkontribusi secara sukarela. Bukan hanya itu, ternyata Google Translate sendiri memiliki suatu komunitas yang disebut dengan Google Translate Community, dimana tempat para kontributor sukarela ini berkontribusi untuk menambah pengetahuan tentang terjemahan bahasa-bahasa di dunia saat ini dalam suatu komunitas.

Google Translate Community adalah program yang sepenuhnya terdiri dari volunteer atau sukarelawan yang ingin berkontribusi memperbaiki terjemahan Google Translate. Program ini pada dasarnya dari kita, oleh kita, untuk kita. Karena yang memperoleh manfaat dari Google Translate yang gratis ini adalah semua orang pengguna internet di seluruh dunia.

Jika kita berkontribusi menerjemahkan bahasa Indonesia atau bahasa Jawa, misalnya, maka artinya kita juga berkontribusi memperkenalkan bahasa kita ke warga negara lain. Ini juga mempermudah komunikasi kita dengan pengguna bahasa lain di luar negeri.

Disaat kita memiliki teman di India atau di Afrika, misalnya, kita bisa menggunakan Google Translate untuk berkomunikasi dengan mudah, karena ada orang-orang India atau Afrika yang telah berkontribusi menerjemahkan bahasa mereka di Google Translate.

Jadi prinsipnya di sini adalah saling berbagi. Google hanya menyediakan media dan platform/alatnya untuk mempermudah kita menerjemahkan bahasa. Karena kita tidak bisa percaya sepenuhnya kepada mesin/robot Google untuk memperbaiki bahasa kita.

Saat ini sudah ada 103 bahasa dari berbagai negara di Google Translate, dan mungkin sudah ada milyaran frase yang sudah diterjemahkan. Itu nggak akan mungkin terwujud kalau tidak dibantu oleh para kontributor Translate Community.

Terdapat juga keunggulan dan kelemahan dalam Google Translate ini, untuk keuntungannya yaitu lebih praktis dan hemat tentunya, karena pengguna tidak perlu lagi membeli kamus ataupun meminjam buku kamus ke perpustakaan untuk menerjemahkan suatu baha. Dengan applikasi ini, kita hanya memerlukan koneksi internet untuk menerjemahkannya.

Untuk kekurangannya sendiri bisa dikatakan masih jauh dari kata sempurna karena seringkali ketika pengguna sedang ingin menerjemahkan sesuatu, terkadang artinya berbeda dengan yang dimaksud oleh pengguna, sehingga dalam proses penyampaian pesan bisa saja terjadi gagal paham antar kedua pihak Terkadang hasil terjemahan suatu bahasa memiliki arti sangat jauh berbeda dibandingkan dengan pengertian aslinya, sehingga hal seperti inilah yang membuat pengguna melakukan kesalahan. Jika hanya untuk menerjemahkan suatu kosa kata, mungkin akan diterjemahkan dengan baik oleh Google Translate, tetapi ketika kita menerjemahkan suatu kalimat sangat wajat sekali jika terjadi suatu kesalahan karena pada hakikatnya penerjamah ini hanya berfungsi untuk menerjemahkan kosa kata, bukan sebuah kalimat.Tetapi ada cara lain untuk menutupi kekurangan dari Google Translate ini, yaitu para pengguna haru dapat menguasai bahasa inggris seperti idiom,frasa hingga bahasa “gaul”nya.

Saat ini Google Translate berhasil menambah  perbendaharaan kosa kata mereka hingga menembus lebih dari 100 bahasa di dunia, dan saat ini  sudah ada lebih dari tiga juta orang yang memberika kontribusi terhadap 200 juta kosa kata di Google Translate. Untuk tingkat kredibilitas tidak bisa dipastikan seberapa besar tingkat kredibilitas kamus online penerjemah ini. Tetapi disaat anda berkontribusi memberika pendapat mengenai arti suatu terjemahan, jika sebelumnya ada yang berkontribusi sama dengan anda, maka tingkat kepercayaan pengguna mungkin akan meningkat.

Jadi jika dikaitkan dalam genre Commons Knowledge, maka Google Translate adalah salah satu media kumpulan pengetahuan yang terhubung dengan media baru, yang dimana para penggunanya dapat berkontribusi untuk menyampaikan pendapat mereka.

Berikut adalah tampilan Google Translate dan Google Translate Community :

Google Translate :

Untitled.png

Google Translate Community :

Untitled.png

Dikutip dari A Handbook for Students (https://integrity.mit.edu/handbook/citing-your-sources/what-common-knowledge) bahwa secara garis besar Common Knowledge mengacu pada informasi yang rata-rata orang telah mengetahuinya. Bahwa hal tersebut merupakan informasi yang rata-rata orang tahu jika orang-orang tersebut suka mengikuti dan memperhatikan perkembangan yang ada, jika orang-orang yang memiliki keterbatasan jaringan dan alat tentu tidak akan tahu tentang informasi terbaru.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://translate.google.com/community?source=t-new-user#en/id

https://translate.google.com/

http://translindo.com/kelebihan-dan-kekurangan-google-translate-sebagai-aplikasi-penerjemah-bahasa-inggris/

Common Knowledge – Frederica Carissa 14140031

Common Knowledge sendiri merupakan suatu platform, system untuk mengumpulkan suatu informasi ataupun hal lainnya yang bersifat public dan bisa di akses oleh siapupun itu. Dimana Common knowledge berbagi informasi dan siapa saja bisa merevisi suatu hal tersebut.

Dalam respon paper kali ini saya ingin membahas aplikasi QLUE- SMART CITY APP. Dimana QLUE sendiri merupakan aplikasi yang dibuat oleh PEMDA untuk mempermudah masyarakat untuk melaporkan permasalahan kota di sekitar anda. Setiap laporan tersebut akan diteruskan ke pihak-pihak terkait dengan cara mengambil video ataupun foto dari permasalahan yang kalian temukan, kemudian akan ada muncul symbol yang mewakili pelaporan anda. Jika anda ingin mengeluhkan mengenai daerah yang banjir anda dapat memilih Logo rumah yang dibanjiri, Jika sudah selesai membuat laporan anda harus rajin untuk mengecheck laporan anda tersebut dikarenakan adanya status yang berjalan ketika laporan anda sudah dilanjutkan, sudah ditindaklanjuti dan sudah di respon.

Selain anda dapat melaporkan hal tersebut, anda juga dapat mengetahui hal apa yang terjadi di lingkungan sekitar anda. Membuat anda juga lebih dekat dengan warga disekitar lingkungan anda.

Seperti ini contohnya :

Untitled.png

Di sisi sebelah kiri merupakan pengaduan, dan sisi sebelah kanan adalah pembagian informasi kepada warga sekitar lingkungan saya.

Menurut saya QLUE merupakan salah satu dari Contoh Common Knowledge dimana dalam QLUE Semua orang membagi informasi. Informasi disekitar lingkungannya untuk membantu PEMDA agar bisa mengetahui titik pusat yang masih belum dirapikan dan masih berantakan. Mulai dari banjir hingga adanya pungli yang masih ada. Sesuai juga dengan Teori menurut Lievrow dimana platform yang dibuat dengan tujuan untuk membagikan informasi. Informasi tersebut bisa di share oleh siapa pun pengguna aplikasi QLUE. Ada juga admin yang bekerja di belakang platform QLUE, mereka yang akan meneruskan ke department-departement terkait. Dalam Teori Lievrouw juga dikatakan bahwa, platform tersebut ada admin yang berkewajiban menjadi admin.

Dalam aplikasi ini juga, semua orang bisa mengkomentari untuk mendukung informasi ini maupun merevisi. Dengan begitu, aplikasi ini bisa dipercaya. Dikarenakan bukan hanya opini satu orang namun banyak opini orang lain yang bisa mendukung 1 laporan.

Common Knowledge – Elisabeth Suci Nataly 14140003

PARTISIPATIF MASYARAKAT LEWAT CROWDSOURCING

Pada Jaman sekarang ini segala sesuatu dilakukan secara online, maka dapat dikatakan jaman ini adalah abad partisipasi, Internet adalah satu alat atau media yang memfasilitasi kegiatan partisipasi tersebut.  Internet menjadi suatu wadah berkumpulnya milayaran orang, segala aktivitas dunia maya bergabung didalamnya.  Internet mempunyai visi menghubungkan semua orang tanpa batasan ruang dan waktu, usia, suku bangsa, siapapun dapat mengakes informasi  yang mereka butuhkan.

Informasi menjadi konten dan sekaligus menjadi kunci utama dalam abad pastisipasi ini. Informasi menjadi hal yang tidak murah untuk didapat (walau dengan konsep potong biaya internet itu sendiri) terkadang masih ditemukan beberapa informasi yang menharuskan pengguna untuk membayar, kesulitan mendapat informasi pun sering menjadi hambatan. Oleh sebab itu, Crowdsourcing memungkinkan setiap orang yang membutuhkan informasi dapat mendapatkan dengan biaya murah atau gratis, dan dapat mengakses informasi tersebut dengan mudah kapanpun dan dimanpun.

Crowd sourcing bila diartikan kata per kata mempunyai terjemahan bebas yakni  crowd : kerumunan orang, Sourcing (kata kerja dari Source) : sumber daya. Apabila digabungkan (masih dalam terjemahan bebas) akan berarti sebagai suatu sistem atau konsep yang sumebr daya berbasis kerumunan.

Definisi crowdsourcing menurut JeffPHowe dalam Wired Magazine adalah suatu aktivitas atau tindakan yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau institusi yang mengambil salah satu fungsi atau pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh karyawan disebarluaskan secara terbuka dan bebas untuk orang banyak atau kerumunan yang terkoneksi dengan jaringan komputer, dalam hal internet.

Crowdsourcing memiliki konsep umum dan khusus, konsep umum crowdsourcing adalah adanya perlibatan yang tidak terbatas dan tidak memandang latar belakang pendidikan, kewarganegaraan, agama, amatir atau professional, bagi setiap orang yang ingin memberikan kontribusi atau solusi atas suatu permasalahan yang dilemparkan oleh individu, perusahaan, atau institusi baik dibayar (royalty) atau secara Cuma-Cuma. Sedangkan, konsep khusus crowdsourcing adalah suatu perusahaan atau institusi ingin mendapatkan solusi atas suatu permasalahan yang mereduksi birokrasi dengan biaya yang rendah dibandingkan dengan membayar tenaga kerja secara konvensional, sedemikian hingga permasalahan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan hema biaya, yang pada akhirnya baik secara langsung maupun tidak langsung akan meningkatkan daya saing perusahaan atau institusi tersebut.

Crowdsourcing diintepretasikan bahwa suatu perusahan dapat mempekerjakan karyawan baru dari kerumunan tanpa dipusingkan dengan urusan-urusan tambahan dan mempekerjakan karyawan secara parsial dan temporal sesuai dengan kebutuhan penaganan masalah yang diperlukan baik dalam bentuk kerumunan langsung atau disederhanakan dalam bentuk kelompok yang lebih kecil (peer).

Common, Commons Based Peer Production adalah model baru dalam produksi yang bersifat inovatif dan kolaboratif. Biasanya berlangsung Melalui platform digital (Benkler . The Journal of Political Philosophy:Volume 14, Number 4, pp. 394, 2006). Ditandai dengan relasi antara per group, berbeda dengan hirarki tradisional dan hubungan berdasar kontrak, dengan pertukaran transaksi terbatas.

Dalam bidang edukasi dan industry software salah satu contoh crowdsourcing yang ada di Indonesia  adalah IlmuKomputer.Com yang merupakan komunitas e-learning yang membagi literature dan materi kuliah secara bebas dan gratis di bidang computing alias ilmu komputer dan tekonlogi dalam bahasa Indonesia.  Misi utama IlmuKomputer.Com adalah mengambil bagian dalam usaha mencerdaskan anak bangsa, terutama dalam pendidikan ilmu komputer (computing). Materi gratis dengan lisensi open content tersedia dalam format pdf yang bebas untuk didownload. Tersedia juga versio offline dalam bentuk CD untuk yang kesulitan mengakses situs tersebut secara online.

Ilmukomputer.Com mengajak masyarakat Indonesia dimanapun berada, untuk membagi (share) pengetahuan melalui tulisan. Situs ini telah menyediakan format tulisan dengan prosedurnya untuk mempermudah masyarakat dalam menulis dan mengupload artikel. Diskusi berbagai topik di bidang computing dapat dilakukan melalui Mailing List yang dipisahkan bedasarkan kategori bahasan. Tersedia juga konsultasi online gratis melalui Yahoo Messenger untuk yang kesulitan mengikuti berbagai materi yang ada di situs tersebut.

Untitled.png

Selain dalam bidang edukasi dan industry software, pemanfaatan crowdsourcing ini pun digunakan perusahaan dalam bidang rekruitmen yaitu NotchUp (Exevutive Recruiting), banyak professional hadir di facebook, LinkedIn, atau twitter. Sementara beberapa pemberi kerja individual mungkin hanya bisa memanfaatkan beberapa profil ini, dengan crowdsourcing memudahkan penyelidikan seluruh web untuk mendapatkan informasi. NotchUp membantu perusahaan merekrut eksekutif dengan mengumpulkan informasi dari jaringan online.

Sejak NotchUp diluncurkan pada bulan Maret, situs ini telah mengumpulkan sekitar 1.200 pencari bakat yang mencalonkan kandidat untuk pekerjaan yang ditempatkan perusahaan pada situs.  Situs ini memiliki akses umpan balik antara perusahan pemberi kerja pada kandidat untuk membantu membimbing mereka dalam pencarian mereka.

Situs ini juga dapat menentukan peringkat calon yang telah diajukan orang lain. Peringkat ini digunakan untuk menyusun 50 daftar profil terbaik, yang nantinya diteruskan ke atasan.  CEO Jim Ambras memeprkirakan bahwa sekitar 25% dari 1.200 pencari kerja di situs tersebut adalah perekrut professional atau professional sumber daya manusia.  Bahlan terdapat kelompok besar lainnya yang merupakan ibu rumah tangga yang meninggalkan pekerjaannya saat mereka memiliki anak.  Siapapun dapat mendaftar lewat situs tersebut.

Untitled.png

Konsep Crowdsourcing memungkinkan setiap orang yang terhubung dengan internet berpatisipasi dan berkontribusi didalamnya tanpa terkecuali sesuai dengan kemampuan mereka  dan kebutuhan yang mereka inginkan. Serta memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memperoleh informasi bahkan membuat informasi itu sendiri.

 

DAFTAR PUSTAKA

Benkler Yochai. The Journal of Political Philosophy:Volume 14, Number 4, 2006, pp. 394–419. Newyork University

Jeff Howe, The rise of Crowdsourcing, Wired Magazines

https://www.wired.com/2006/06/crowds/?pg=1&topic=crowds&topic_set=

 

http://ilmukomputer.com/

https://ideanesia.wordpress.com/2010/05/28/5-creative-uses-for-crowdsourcing/

http://www.notchup.com/

 

Common Knowledge – Chindy Tanaya 14140380

“ Aplikasi Qlue”

Pada genre common knowledge ini masyarakat dipermudah dalam hal pencarian informasi, hal ini di karenakan masyarakat bisa mencari informasi yang di inginkan lewat media baru.

Dikutip dari http://sosialistik.weebly.com/beranda/folksonomi-tagging-sosial-software-web-sosial
Berbeda dengan sistem sebelum adanya media baru dimana sistem yang digunakan yaitu sistem taksonomi yang pencarian informasinya masih mengelompokkan pengetahuan dalam kategori tertentu contohnya yang biasa kita temukan di perpustakaan. Di perpustakaan pencarian buku berdasarkan pengelompokkan pengetahuan menggunakan kode-kode yang ada sedangkan sekarang di era media baru ini kita sudah menggunakan sistem folksonomi  yang memudahkan  pencarian sebuah informasi.

Folksonomi adalah suatu sistem pengklasifikasian yang diturunkan dari praktik dan metode pembuatan dan pengelolaan tag-tag secara kolaboratif, untuk menganotasi dan mengkategorisasi konten; praktik ini juga dikenal sebagai penge-tag-an kolaboratif, klasifikasi sosial, pengindeksan sosial, dan pengetagan sosial. Istilah Folksonomi merupakan gabungan lebur dari kata folk dan taksonomi.

Folksonomi menjadi populer di ranah Web sekira tahun 2004 sebagai bagian dari aplikasi piranti lunak sosial seperti panandaan buku sosial dan anotasi fotografi. Penge-tag-an, yang menjadi karakteristik layanan Web 2.0, memungkinkan pengguna untuk mengklasifikasi dan mencari informasi secara kolektif. Beberapa laman web memasukkan awan tag untuk memvisualisasi tag-tag dalam sebuah folksonomi.

Dengan menggunakan tagging ini kita bisa mencari informasi berdasarkan hastag yang ada misalnya sekarang ini masyarakat sedang dihebohkan dengan pilkada putaran kedua dan karangan bunga Ahok. Kita bisa mencari informasi tentang apa yang terjadi dari tagging yang ada seperti #karanganbungaAhok #pilkadaDKI #gubernurJakarta dan masi banyak tagging lainnya. Selain bisa mencari informasi lewat tagging, kita juga bisa menciptakan informasi itu sendiri dengan menciptakan hastag sendiri sesuka kita.

Mengacu pada prinsip 5c pada media baru yaitu choice, conversation, curation, creation dan collaboration dimana dalam genre common knowledge ini menggunakan prinsip collaboration. Collaboration berkaitan dengan pola perilaku yang berkembang di era digital dalam penelusuran informasi, berbagi dan menciptakan informasi secara kolaboratif. Tujuannya tidak hanya sebagai pencarian informasi tetapi juga memanfaatkan masyarakat untuk saling berbagi informasi kepada masyarakat. Informasi yang diberikan bisa individual atau peer to peer group.
Istilah kolaborasi dalam memberian informasi ini dikenal dengan crowdsourcing. Crowdsourcing yaitu memberikan suatu informasi kepada masyarakat lalu masyarakat yang tertarik dengan permasalahan tersebut dapat menanggapi, menambahkan ataupun menyunting dari informasi yang sudah diberikan bila ada kekeliruan.

Contoh common knowledge yang kita tahu selama ini yaitu wikipedia. Berdasarkan https://www.slideshare.net/mobile/ivanlanin/menulis-di-wikipedia-bahasa-indonesia, Wikipedia merupakan proyek ensiklopedia multibahasa dalam jaringan yang bebas dan terbuka, yang dijalankan oleh Wikimedia Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Amerika.
Wikipedia dirilis pada tahun 2001 oleh Jimmy Wales dan Larry Sanger, dan kini merupakan karya referensi paling besar, cepat berkembang, dan populer di Internet serta tersedia dalam 264 bahasa.

Contoh common knowledge sebenarnya tidak terpaku hanya kepada wikipedia saja tetapi masih banyak contoh lain common knowledge. Berdasarkan pengertiannya yang dikemukakan oleh Leah A. Lievrouw bahwa common knowledge berisi informasi yang dikelola bersama yaitu masyarakat yang mengisi informasi tersebut, menyunting dan mengkomentari informasi yang ada. Salah satunya adalah Qlue aplikasi smart city. Berdasarkan informasi dari https://www.google.co.id/amp/www.metrotvnews.com/amp/3NO4LE0b-qlue-aplikasi-smart-city-yang-tampil-lucu, Qlue ini adalah platform yang berupa aplikasi yang bisa di download di android ataupun ios serta dapat juga di akses melalui alamat website. Dengan adanya Qlue ini memudahkan masyarakat Jakarta untuk melaporkan berbagai masalah yang ada di sekitar, mulai dari jalan macet, rusak, banyak sampah dimana-mana serta ingin menyampaikan saran atau kritik mengenai suatu perusahaan tertentu bisa dilakukan di Qlue ini. Tujuan utama dari adanya Qlue ini menyampaikan keluhan dari masyarakat kepada pemerintah.
Membuat laporan melalui Qlue dapat dilakukan dengan mudah, kita cukup mengambil foto dari masalah yang ditemui lalu menentukan kategori dari masalah tersebut. Contohnya jalanan yang rusak, lampu merah yang tidak berfungsi, parkir liar, kemacetan dan lain sebagainya kemudian masukkan judul laporan dan penjelasan mengenai gambar laporan tersebut.

Aplikasi Qlue ini tidak hanya sekedar yang sudah dijelaskan di atas tetapi masi ada proses yang berlanjut setelah laporan selesai diposting. Kita dapat melihat status dari laporan yang dibuat yaitu status menunggu, proses dan selesai. Selain kita bisa membuat laporan,  kita juga dapat melihat laporan dari pengguna Qlue yang lain dan kita dapat memberikan komentar terkait laporan tersebut dengan menggunakan emoticon-emoticon seperti di media sosial.

Jadi Qlue ini adalah platform yang isi informasinya merupakan informasi yang diposting dan disampaikan oleh kita semua selaku masyarakat yang berpartisipasi dalam memberikan informasi di Qlue. Kita juga sebagai masyarakat bisa mengkomentari postingan orang lain bahkan mengkritisi jika info yang diberikan salah.
Daftar Pustaka

https://www.google.co.id/amp/www.metrotvnews.com/amp/3NO4LE0b-qlue-aplikasi-smart-city-yang-tampil-lucu

Lievrouw, Leah A. 2011. Alternative and Activist New Media. Cambridge : Polity Press
http://sosialistik.weebly.com/beranda/folksonomi-tagging-sosial-software-web-sosial

https://www.slideshare.net/mobile/ivanlanin/menulis-di-wikipedia-bahasa-indonesia

 

Participatory Journalism – Frederica Carissa 14140031

Jurnalisme warga (Citizen journalism) adalah aktivitas jurnalistik yang dilakukan oleh warga biasa bukan wartawan. Konsep Citizen journalism didasarkan warga masyarakat yang berperan aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis dan menyebarkan berita dan informasi.

Berita atau informasi yang diproduksi jurnalis warga disebarluaskan melalui berbagai media, baik media mainstream yang menyediakan ruang jurnalsime warga maupun media warga sendiri, blog, majalah, bulletin, radio, komunitas, dan sebagainya.

Dalam respon paper mengenai partisipatory Journalism ini saya ingin membahas mengenai account instagram yang menyita perhatian masyarakat mulai dari penghujung tahun 2015 dan dimulai dari adanya bukti kuat yang dimiliki dan dipulikasikan mengenai mantan istri Pria yang dikenal Maria Teguh. Dimana adanya bukti mengenai surat nika, serta cerai dari Mario teguh dan mantan istrinya.

Account ini bernama Lambe Turah. Lambe turah dikenal dengan account yang suka nyinyir/ menyindir lewat postingan account serta komentar yang diberikan. Jadi Lambe Turah suka meng-share mengenai suatu peristiwa yang informasi nya didapatkan dan disertai dengan bukti yang kuat. Biasanya berita yang disebarkan, dibuktikan melalui foto dan video yang memang hanya hasil jepretan dan tanpa adanya editan maupun rekayasa belaka.

Untitled.png

Kenapa akhirnya saya menyebut account Lambe turah ini merupakan bagian dari Partisipatory Journalism? Dikarenakan Lambe Turah merupakan suatu account yang dikontrol oleh satu orang dan tidak memiliki ikatan dengan perusahaan media. Sehingga Lambe Turah tidak mempunyai resiko dan penekanan terhadap berita yang boleh dipublikasikan maupun tidak.

Pada saat ini account Lambe Turahn terus bertambah pengikutnya hingga 2.4M orang. Lambe Turah juga mempublikasikan berita yang diterima atau dimiliki hasil dari jepretan/ pencarian dia sendiri. Jadi bukan adanya sumber yang mengumpulkan data ke dia. Namun, Lambe Turah lah yang aktif mencari fakta yang ada untuk diberitakan. Seperti Foto yang saya tampilkan dibawah mengenai informasi mengenai pemilik account instagram @doniherdaru yang terdengar gosipnya bahwa dia mendapatkan uang dengan cara meminta dari relawan binatang berkaki 4 (Anjing) yang dititipkan dan dirawat. Serta binatang berkaki 4 yang di rescue dari jalanan serta dijanjikan akan dirawat dengan baik. Namun, pada kenyataannya para binantang tersebut tidak terawat dan banyak yang tidak bertahan hidup.

Untitled.png

Jika ada akun Instagram yang paling populer di Indonesia, kami berani bertaruh pindah agama bahwa akun tersebut adalah Lambe Turah.

Pada mulanya Lambe Turah adalah akun gosip biasa dengan misi ideologis menghancurkan Ayu Tingting dan para fansnya. Juga sesekali Raffi Ahmad, dan segenap artis yang sering banget nongol di tipi lainnya.

Dengan berada di media sosial dan memiliki banyak sekali telik sandi, Lambe Turah bisa secepat peluru mengabarkan desas-desus. Ditambah ia juga bukan akun media, maka Lambe Turah pun bebas belaka untuk tak memverifikasi datanya.

Adapun penyebutan sumber biasanya ia enteng menulis di caption bawah: “Dari DM”.

Anda mau protes? Mau berkhotbah soal 9 Elemen Jurnalisme-nya Bill Kovach kepada mereka? Saran kami: lakukan segera.

Satu hal saja: Siapkan mental jika setelahnya Anda yang jadi bahan tertawaan.

Sesungguhnya, kami mengira Lambe Turah hanya memosisikan diri sebagai akun hiburan semata. Ia tak berbeda dari, misalnya, akun-akun humor receh di Instagram yang memiliki banyak video pendek asal comot.

Tapi karena ragam postingannya melibatkan artis yang memiliki ribuan massa aksi di akar rumput, maka mudah bagi Lambe Turah untuk kemudian dianggap “serius”. Dari mulanya akun gosip, Lambe Turah kini menjadi topik utama pergosipan masyarakat akar rumput di Tanah Air.

Apa yang diposting mereka, dapat dipastikan akan heboh. Contoh aktual: pria yang bunuh diri live di Facebook. Terlepas dari kengeriannya, berkat Lambe Turah-lah kenapa kemudian kabar tersebut viral.

Jangan heran jika ke depan Lambe Turah akan membuka media daring khusus gosip receh. Pengikut mereka kian bertambah dan di media sosial, makna ‘pengikut’ tak dapat dibedakan menjadi “haters” atau “likers”, sebab esensinya serupa: mereka yang ingin terus menerus dekat dengan akun yang diikuti.

Aksi Lambe Turah ini menjadi Respon paper dari Partisipatory Journalism yang dibahas pada minggu lalu. Terima Kasih.

 

Daftar Pustaka :

  1. Tea,Romel. 2014. Dasar-dasar Jurnalisme Warga Citizen.com. Diakses pada 12 May 2017 http://www.romelteamedia.com/2014/05/dasar-dasar-jurnalisme-warga-citizen.html

https://kumparan.com/hati2kokdiinternet/inilah-sosok-di-balik-akun-lambe-turah

Participatory Journalism – Elisabeth Suci Nataly 14140003

PARTICIPATORY JOURNALISM VS MEDIA MAINSTREAM

Partsipatory journalism berkaitan dengan teknologi berbasis web yang berhubungan dengan jurnalistik. Setiap orang memiliki kesempatan untuk menulis berita dan meyebarluaskannya di internet. Tidak terpaku pada media-media besar saja (mainstream).

Dengan adanya partisipatory journalism setiap warga memiliki kesempatan untuk membuat berita dan mempublikasikannya lewat media online tanpa harus menjadi jurnalis profesional. Selain itu, masyarakat dapat mengetahui informasi yang tidak disampaikan oleh media mainstream lewat partisipatory journalism. Namun, dalam genre ini pun harus diwaspadai agar berita atau informasi yang kita terima bukan berita bohong (hoax) sehingga masyarakat dituntut untuk lebih melek media dan dapat mencari referensi berita dari berbagai berita sehingga diperoleh informasi yang aktual.

Partisipatory journalism tidak hanya memberikan dampak yang positif saja, dimana masyarakat dapat mengakses berita dimana saja dan kapan saja serta dapat menyalurkan pendapat mereka. Tetapi dengan adanya pasrtisipatory journalism memungkinkan terjadinya penyebaran berita yang tidak faktual dan menimbulkan konflik antar pengguna. Sehingga masyarkat harus lebih memperhatikan aspek-aspek teknis dalam mempublikasikan suatu berita.

Dukungan terhadap jurnalisme warga ternyata juga datang dari kalangan wartawan. Richard Sambrook, wartawan BBC’s World yang mengatakan bahwa sudah terjadi pembentukan jaringan informasi di era global yang memungkinkan munculnya interaksi yang tinggi antara BBC dengan audience. Ia mengamati bahwa para jurnalis BBC harus bisa bekerjasama dengan audience dengan memberi kesempatan untuk kontribusi pada informasi di BBC. Blog  mainstream yang merupakan pelopor dari  citizen journalism di berbagai negara sebagai contoh OhmyNews di Korea Selatan (Semangat Melawan media mainstream).

Dalam partisipatory journalism masyarakat dapat mencari berita, menyusun, dan mempublikasikannya sesuai dengan apa yang mereka ingin sampaikan dibandingkan dengan media mainstream yang harus melalui tahap editing terlebih dahulu dan biasanya terdapat kepenting-kepentingan individu atau kelompok tertentu didalamnya.

Seperti dikutip Bighow Guide dalam “Citizen Journalism Basics“, salah satu tokoh terkemuka pendukung CJ, Dan Gillmor dan JD Lasica mengemukakan lima prinsip dasar jurnalisme warga (five basic principles of Citizen Journalism):

  1. Accuracy. Akurasi, ketepatan.
  2. Thoroughness. Kecermatan, ketelitian.
  3. Transparency. Transparansi, keterbukaan dalam peliputan berita.
  4. Fairness. Kejujuran
  5. Independence. Independensi, tidak berpihak dan tidak terikat oleh kelompok mana pun.

Kehadiran media baru dalam bidang jurnalisme tentunya memberikan dampak yang cukup besar, diantaranya menurunnya tingkat kepercayaan terhadap media massa, masyarakat lebih memperhatikan subjek pertama atau real time, iklan dipasang di media onlne seperti blog daripada di media massa karena sekarang ini, media baru lebih sering diakses ketimbang dengan media massa yang dianggap sudah tidak efektif lagi, serta terjadinya perubahan organisasi dan kultur media karena jurnalisme warga tidak mengenal struktur organisasi  dan tata aturan.

Partisipatory journalism dapat dilakukan oleh siapa saja baik itu individu maupun kelompok kecil sehingga berita yang diperoleh memiliki jangkauan yang lebih luas yang tidak terliput oleh media massa. Namun hal yang perlu diingat adalah bahwa posisi atau sikap partisipatory journalism berlawanan (oposisi) dengan media massa.

Kegiatan jurnalisme warga inilah yang diterapkan oleh Kompas dengan meluncurkan Kompasiana  yang merupakan blog jurnalis Kompas yang bertransformasi menjadi sebuah media warga (citizen media). Setiap orang dapat mewartakan peristiwa, menyampaikan pendapat dan gagasan serta menyalurkan aspirasi dalam bentuk tulisan, gambar ataupun rekaman audio dan video.

Kompasiana menampung beragam konten dari semua lapisan masyarakat dari beragam latar belakang budaya, hobi, profesi dan kompetensi. Kompasiana juga melibatkan kalangan jurnalis Kompas Gramedia dan para tokoh masyarakat, pengamat serta pakar dari berbagai bidang, keahlian dan disiplin ilmu untuk ikut berbagi informasi, pendapat dan gagasan.

Di Kompasiana, setiap orang didorong menjadi seorang pewarta warga yang, atas nama dirinya sendiri, melaporkan peristiwa yang dialami atau terjadi di sekitarnya. Keterlibatan aktif warga ini diharapkan dapat mempercepat arus informasi dan memperkuat pondasi demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tren jurnalisme warga seperti ini sudah mewabah di banyak negara maju sebagai konsekuensi dari lahirnya web 2.0 yang memungkinkan masyarakat pengguna internet (netizen) menempatkan dan menayangkan konten dalam bentuk teks, foto dan video.

Kompasianer (sebutan untuk orang-orang yang beraktifitas di Kompasiana) juga dapat menyampaikan gagasan, pendapat, ulasan maupun tanggapan sepanjang tidak melanggar ketentuan yang berlaku. Setiap konten yang tayang di Kompasiana menjadi tanggungjawab Kompasianer yang menempatkannya.

Selain itu, Kompasiana menyediakan ruang interaksi dan komunikasi antar-anggota. Setiap Kompasianer bisa menjalin pertemanan dengan Kompasianer lain. Mereka juga dapat berkomunikasi lewat email, komentar dan fitur interaktif lainnya.

Fasilitas dan fitur Kompasiana hanya bisa digunakan oleh pengguna internet yang telah melakukan registrasi di http://www.kompasiana.com/registrasi. Begitu proses registrasi selesai, pengguna akan mendapatkan blog pribadi. Tanpa registrasi, pengguna hanya bisa membaca konten Kompasiana.

Dengan beragam fitur dan fasilitas interaktif tersebut, Kompasiana yang mengusung semangat berbagi dan saling terhubung (sharing. connecting.) telah menjadi sebuah Media Sosial.

Untitled.png

Hadirnya Kompasiana membantu masyarakat untuk mengetahui berita yang tidak disampaikan oleh media massa, dengan keunggulan media baru karena akses yang lebih cepat dan dapat diakses kapan saja memberikan kemudahan masyarakat untuk membuat bahkan memperoleh informasi dari sudut pandang yang berbeda dari media massa.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Leah A. Lievrouw.(2011).Alternative and Activist New Media: Digital Media and Society Series..Polity Press,Cambridge

Gilmor, Dan. 2005, Winter. Where Citizens and Journalists Intersect. Nieman Report,Vol59. No. 4

http://www.kompasiana.com/